Pembangunan BAC Mulai Mendapat Kecaman
Selasa, 20 Juli 2004 | 22:08 WIB
TEMPO Interaktif, Bogor: Lantaran dianggap tidak transparan, termasuk penunjukan perusahaan yang menjadi mitra pembangunan, proyek pembangunan Bogor Agribussines Centre (BAC) di lahan kampus MIPA Institut Pertanian Bogor (IPB), Bogor, mulai mendapat kecaman berbagai kalangan. Tapi, kecaman yang bahkan juga datang dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) IPB dan anggota Forum Peduli IPB, tetap diabaikan pihak IPB, dan proyek bernilai ratusan milyaran rupiah itu tetap diteruskan.
Forum Peduli IPB pimpinan Prof. A.M. Satari yang merupakan mantan rektor IPB (1970-1978) sempat melayangkan tiga surat kepada Ketua Majelis Wali Amanat (MWA). Isi surat mencermati pendirian PT. Bogor Life Sciences and Technology (BLST), perusahaan induk IPB yang dibentuk sebagai profit center guna membantu penyelenggaraan pendidikan di IPB. Rencananya, BAC akan meliputi IPB International Convention Centre (IICC), super bookstore, commercial area, hypermarket, parkir bus wisata dan sarana penunjang lainnya. "Kami minta agar pembangunan BAC bisa dikaji lagi, karena masih kurang transparan," kata Siswandi, anggota Forum Peduli di Bogor, Selasa (20/7).
Dalam surat nomor 4/I/FPIPB/2004 yang ditandatangani oleh AM Satari juga mengingatkan, core bussines IPB adalah pendidikan, sedangkan income generating activity adalah unsur kegiatan akademik.
BEM IPB juga sempat melayangkan pernyataan sikap mengenai pembangunan BAC yang ditandatangani oleh Presiden BEM, Eka Setiawan Karim, pada 7 Juli. Surat itu berisi, pembangunan BAC sudah melenceng dari koridor pendidikan karena akan dibangun hotel, hypermarket, convention hall dan game centre.
Adanya kecaman terhadap pembangunan BAC, menurut Kepala Humas IPB, Agus Lelana, adalah wewenang PT. BLST untuk menjelaskannya kepada publik. "Soal bisnis sudah masuk ke holding company," kata Agus.
Sementara itu, menurut Direktur Operasi PT. BLST, Kamaluddin Zarkasie, pembangunan BAC sudah legal dan dilengkapi dokumen Analisa Dampak Lingkungan (Amdal) bangunan dan lalu-lintas. "Proses itu semua sudah terlewati. Sebenarnya, kita sudah transparan. Tapi biasalah, di tengah jalan ada saja yang mempermasalahkan," kata Kamaluddin.
Masuknya hypermarket ke dalam rencana pembangunan proyek itu, kata Kamaluddin, merupakan pelengkap saja. "Masuknya hypermarket ke BAC, tentu akan lebih market friendly saat menjual produk IPB," kata Kamaluddin.
Sampai hari ini, pembangunan BAC di atas lahan seluas 7,6 hektar, di lahan Fakultas MIPA, kampus IPB Baranangsiang, terus berlanjut. Sebelumnya pembangunan BAC, pihak IPB juga sudah menyelesaikan pembangunan lahan parkir bus wisata dan underpass ke Kebun Raya Bogor, walau belum digunakan. Dalam pembangunan BAC, pihak PT. BLST menunjuk PT. Pusaka Bhakti Nusantara sebagai mitra. Kerjasama yang ditandatangani pada 15 Desember 2003, kemudian melahirkan PT. Bogor Anggana Cendikia sebagai perseroan terbatas yang membangun, menggelola dan mengoperasikan sarana yang dibangun. Rencananya, kerjasama akan berlangsung selama 30 tahun.
Deffan Purnama - Tempo News Room





