Ratusan Karyawan PPD Tuntut Uang Jaminan Kesehatan

Rabu, 21 Juli 2004 | 15:31 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Ratusan karyawan perusahaan umum PPD hari ini, Rabu (21/7) melakukan unjuk rasa di halaman kantor Perum PPD, Jl. Raya Halim Perdanakusuma No.1 Jakarta Timur. Para karyawan tersebut menuntut kepada perusahaan untuk memberikan uang jaminan kesehatan kepada semua karyawan Perum PPD.

Menurut salah seorang peserta unjuk rasa yang juga sebagai Ketua Pengurus Komisariat Federasi Transportasi Angkutan Serikat Buruh Sejahtera di Indonesia (PK FTA SBSI) Nipin Aripin menjelaskan peserta demo hanya sebagai perwakilan dari seluruh karyawan Perum PPD. "Kami yang datang hari ini baru sebagai perwakilan. Akan tetapi kalau sampai tuntutan kami tidak penuhi, maka seluruh karywan Perum PPD akan melakukan aksi mogok massal" kata Nipin.

Nipin menjelaskan karyawan tidak terlalu banyak menuntut. Karyawan hanya meminta agar diberikan jaminan kesehatan karena selama ini perusahaan tidak secara maksimal memberikan uang jaminan kesehatan kepada karyawan. "Sejak enam bulan lalu, semua rumah sakit selalu menolak apabila ada rujukan pasien dari Perum PPD" kata Nipin.

Selama ini menurut Nipin, perusahaan kurang memperhatikan kesehatan dan kesejahteraan karyawannya. "Kalau ada karyawan yang sakit, hanya 50 % biaya perawatan yang ditanggung oleh pihak Perum PPD, itupun dibayar dengan model cicilan," kata Nipin.

Unjuk rasa ratusan karyawan Perum PPD dimulai pada pukul 10.00 wib. Mereka datang dengan mengendarai dua unit bus miliki PPD. Unjukrasa berjalan tertib dan berakhir pada pukul 12.00 wib. Hanya ada sepuluh anggota polisi yang mengawal jalannya aksi unjuk rasa.

Rencananya para karyawan peserta demo akan melakukan aksi unjukrasanya ke kantor PT Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek). Akan tetapi, karena direksi Perum PPD berjanji akan menyelesaikan masalah ini dengan PT Jamsostek, maka peserta unjuk rasa akhirnya membubarkan diri dengan tertib.

Sementara itu, sampai dengan saat ini pihak direksi Perum PPD sedang melakukan rapat tertutup.

Erwin - Tempo News Room






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: