Polisi: Amanda Dibunuh Pacarnya
Minggu, 01 Agustus 2004 | 15:46 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Teka-teki tentang siapa pembunuh Amanda Defina, 22 tahun, untuk sementara sudah terjawab. Mahasiswi Universitas Trisakti, Jakarta, itu, menurut polisi, tewas dibunuh kekasihnya sendiri, Ronald Johanes P. Arun, yang kini menjadi tersangka.
Menurut Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Jakarta Barat Komisaris Hendro Pandowo, korban tewas dicekik. Menurut dia, Ronald mengakui semua perbuatannya dalam pemeriksaan sekitar dua jam kemarin.
Dari hasil pemeriksaan, mahasiswa Universitas Trisakti Jurusan Teknik Elektro semester VIII itu tega membunuh Amanda karena kekasihnya itu meminta pertanggungjawaban.
Menurut Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Bandung Barat Ajun Komisaris Polisi Dicky Budiman, dari hasil otopsi di Rumah Sakit Hasan Sadikin, Bandung, Sabtu (31/7) dini hari, ketika tewas Amanda memang sedang hamil empat bulan.
Tubuh mahasiswi semester 6 Teknik Industri, Jurusan Teknik Elektro, itu ditemukan sudah tak bernyawa dalam bagasi mobil Nissan Terrano B-1167-QU warna perak yang diparkir di Jalan Soekarno-Hatta RT 07/05 Kelurahan Situalur, Bandung, Jumat (30/7).
Menurut paman korban, Hartono, Amanda memang menghilang sejak Rabu. Saat itu Amanda berencana menjemput ibunya di Bandung. Dengan mengendarai Terrano, Amanda berangkat sendiri ke Bandung sekitar pukul 11.00 WIB. Kamis (29/7) siang, mereka berhasil menghubungi telepon seluler Amanda, tapi yang terdengar suara pria, yang berkata singkat bahwa posisi mereka di Cibinong. Setelah itu, keluarga Amanda tak pernah berhasil menghubungi ponselnya.
Menurut Komisaris Hendro, pada Rabu (28/7) sekitar pukul 12.00 WIB, Amanda yang mengendarai Terrano itu bertemu dengan Ronald di kawasan Jembatan Semanggi, Jakarta. Keduanya sepakat pergi ke kediaman Ronald di Jalan Jatijajar, DS-2 Cimanggis, Bogor.
"Di rumah itu tidak ada orang. Mereka terlibat pertengkaran sehingga Amanda mencakar Ronald dan Ronald mencekik leher Amanda, lalu menutupi mukanya dengan bantal sampai tewas dengan lidah terjulur," kata Hendro. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 14.00 WIB.
Sekitar pukul 17.00 WIB, Ronald membawa mayat korban yang sudah ditutup plastik ke mobil Terrano. Ia melaju menuju Bandung lewat jalur Puncak. Sesampainya di Bandung, Ronald mampir ke toko Indomaret untuk membeli buku.
Sebelum mayat ditinggal di tempat kejadian perkara (TKP), kata Hendro, Ronald menulis pesan pada secarik kertas yang isinya, "Awas Sapto! Kamu berikutnya."
"Tujuannya, untuk mengecoh penyidikan polisi agar polisi menyangka bahwa motif pembunuhan terkait dengan bisnis ayah Amanda," kata Hendro.
Khairunnisa,Rana Akbari Fitriawan,Joniansyah - Tempo News Room





