4.375 Warga Kabupaten Tangerang Menderita Katarak
Kamis, 12 Agustus 2004 | 17:10 WIB
TEMPO Interaktif, Tangerang:Jumlah penderita kebutaan akibat penyakit katarak di Kabupaten Tangerang terus meningkat tiap tahunnya. Sedikitnya terdapat 4.375 warga di Kabupaten Tangerang menderita penyakit mata katarak.
Angka ini diperoleh dari penghitungan prevalensi, dengan rumus baku 1,2 persen dari jumlah penduduk. Saat ini penduduk Kabupaten Tangerang berjumlah sekitar 3,2 juta jiwa.
Menurut Kasubdin Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang Yuliah, jumlah penderita katarak ini tersebar di wilayah pesisir utara Kabupaten Tangerang seperti Kronjo, Pakuhaji, Mauk, Kresek, Kemiri. "Mereka pada umumnya adalah petani dan nelayan," ujar Yuliah kepada Tempo News Room, Kamis (12/8).
Sejauh ini, papar Yuliah, jumlah penderita katarak terus meningkat. Bahkan, beberapa di antaranya mengalami kebutaan permanen karena terlambat diperiksa dan diobati. "Kasus ini terjadi beberapa hari ini ketika kami melakukan pengobatan gratis, sebanyak dua orang yang usianya masih relatif muda 30 dan 48 tahun, dinyatakan buta permanen dan tidak bisa diobati lagi," jelasnya.
Menurut Kepala Seksi Pelayanan Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, Listya Windaryati, dari 4.375 jumlah penderita katarak, Pemkab Tangerang baru mampu mengobati sekitar 875 warga. "Itu pun dalam kurun waktu lima tahun. Di tahun 2002, kami mengobati sekitar 401 warga, sementara tahun 2003 sebanyak 389 warga, dan tahun 2004 sebanyak 221 warga. Angka ini jelas jauh dari target," katanya.
Selama ini, kata Listya, guna mengatasi dan mengurangi penderita katarak di Kabupaten Tangerang, Pemkab Tangerang bekerja sama dengan Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) dan RS Qodr, dengan menggelar operasi katarak secara cuma-Cuma.
Joniansyah - Tempo News Room





