Proyek Banjir Kanal Timur Akan Mengurangi Genangan Air di Jakarta
Kamis, 12 Agustus 2004 | 17:45 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Proyek banjir kanal timur (BKT) akan mengurangi genangan air di Jakarta. Biasanya jika hujan lebat, meski singkat, beberapa daerah digenangi air sehingga mengakibatkan kemacetan lalu lintas ibukota.
Menurut pimpinan proyek BKT Pitoyo Subandrio, genangan
air berbeda dengan banjir. Jika banjir, maka
permukaan air sungai bertambah tinggi. "Kalau masih
rendah dilihat drainasenya. Siapa tahu tidak mampu
menampung genangan air," katanya di Jakarta, Kamis
(12/8).
Daerah yang langganan genangan air seperti Grogol, Sunter, Kelapa Gading dan Podomoro. Genangan air biasanya lama surut. Walaupun proyek BKT yang direncanakan selesai pada 2010 terwujud, genangan
air akan tetap ada di beberapa tempat. Kawasan
genangan ini berada di daerah rendah.
BKT nantinya merupakan tampungan air hujan terutama
di kawasan Jakarta Timur. Kapasitas sungai yang berada di
Jakarta Timur sudah tidak mampu lagi menampung aliran
banjir. Sungai-sungai itu adalah Cipinang, Sunter,
Buaran, Jatikramat dan Cakung Drain.
Wilayah yang akan dilalui BKT adalah Marunda dan Rorotan yang berada di Jakarta Utara dan Ujung Menteng, Pulo Gebang, Malaka Jaya serta Cipinang di Jakarta Timur. Panjang Kanal mencapai 23,5 kilometer dengan kedalaman kanal 3-12 meter.
Pemimpin Proyek Induk Pengembangan Wilayah Sungai
Ciliwung Cisadane (PPWSCC) Wahyu Hartomo mengatakan
proyek BKT telah menelan dana Rp 77,8 miliar. Dana ini sebagai realisasi pengerukan dasar kanal, pembangunan tiang pancang dan jembatan.
Mengenai pembebasan tanah, ia tidak bisa memberikan
rinciannya karena merupakan tugas dari pemerintah
daerah DKI Jakarta. Namun, warga yang tanahnya turut
dibebaskan, meminta tanah gerukan untuk menambah tinggi
lahan yang mereka tempati sekarang. "Asal masih dalam
radius 2 kilometer masih boleh mengambil tanah gerukan," katanya. Ia juga mengingatkan pengambilan tanah ini juga harus seizin pemerintah daerah DKI Jakarta dan Dinas Pekerjaan Umum.
Sampai kini, PPWSCC kebingungan soal lahan penimbunan tanah gerukan. Awalnya tanah itu akan dipakai reklamasi pantai utara. "Tapi masih dalam pergulatan. Makanya baik jika untuk menambah tinggi tanah warga supaya tidak ada genangan air," kata Wahyu.
Agriceli - Tempo News Room





