Masyarakat Dihimbau Tidak menyedot Air PAM Dengan Alat Tambahan

Kamis, 02 September 2004 | 10:54 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Humas PAM Jaya, Ifi S. Laili meminta agar masyarakat tidak menyedot air PAM dengan menggunakan Jet Pump. Dia menandaskan jika perbuatan tersebut tetap dilakukan akan mengakibatkan kerusakan pipa. "Pipa dapat menjadi lebih cepat korosif, hanya dalam waktu satu tahun pipa tersebut rusak,"kata Ifi.S. Laili kepada Tempo News Room, Rabu (1/8).

Diakui Ifi, masyarakat selama ini melakukan penyedotan karena air yang mengalir dari pipa PAM dalam volumenya kecil. Kecilnya volume air sebenarnya disebabkan menurunnya kuantitas volume air akibat banyak hal, datangnya musim kemarau.

Namun jika air PAM disedot akan menyebabkan tekanan terhadap pipa akan semakin tinggi dan mempercepat korosif. Masyarakat juga akan dirugikan karena semakin banyak pipa yang bocor.

Disamping itu, masyarakat yang tidak menggunakan jet pump justru semakin mengalami kerugian volume air. Karena banyaknya kebocoran. Selain itu di pihak perusahaan air minum juga dirugikan karena harus mengganti pipa yang bocor.

Beberapa daerah yang sering melakukan peyedotan air, menurut Ifi, adalah Sawah Besar, Cakung, juga beberapa tempat di Jakarta Utara."Untuk menanggulangi hal ini pihak PAM Jaya melakukan operasi penertiban," ucapnya.

Jika warga diketahui melakukan penyedotan air menggunakan jet pump mereka akan dikenai sanksi, disita jet pumpnya. "Juga akan dikenakan denda sebesar limaratus ribu hingga satu juta rupiah," kata Ifi.

Muhamad Fasabeni - Tempo News Room






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: