PKS Gagal Menjadi Ketua DPRD Jakarta
Jum'at, 17 September 2004 | 12:26 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Calon dari Fraksi Partai Golkar Ade Surapriatna terpilih sebagai Ketua Dewan dalam rapat paripurna pemilihan Ketua DPRD DKI Jumat (17/9). Dalam voting tertutup Ade memperoleh 42 suara mengalahkan calon kuat dari Partai Keadilan Sejahtara Ahmad Heryawan.
Kemenangan Ade ini ditafsirkan adanya perpecahan koaliasi yang dibangun PKS, Partai Demokrat, dan Partai Amanat Nasional. Dasarnya, Heryawan yang memiliki modal 18 anggota PKS, tinggal mencari 12 dari Partai Demokrat dan PAN yang masih-masing mengantongi suara 16 dan 6 anggota di DPRD DKI. Isu yang berkembang, sedikitnya tiga anggota Partai Demokrat suaranya disokongkan ke Ade Surapriatna.
Menanggapi kekalahannya, Ahmad Heryawan menyatakan sebagai penodaan terhadap kesepakatan. "Usaha kita sudah optimal tapi hasilnya seperti ini. Demi perubahan kita ingin menjadi pimpinan," kata Ahmad.
Menyangkut koalisi yang telah dibangun dengan Partai Demokrat di DPRD DKI, Ahmad mengatakan, pihaknya akan mengevaluasi kembali kerjasama tersebut. Saat ini Fraksi PKS dan Partai Demokrat masing-masing mengadakan rapat tertutup menanggapi kekalahan tersebut.
Ketua Fraksi Partai Demokrat Johny Wenas Polii belum mau menanggapi kekalahan ini. Ketika ditanya soal perpecahan ditubuh Partai Demokrat, Wenas mengatakan, "Sudahlah kita mau koordinasi dahulu. Saya belum bisa berbicara apa-apa."
Sementara itu kemenangan Ade disambut gembira oleh sebagian besar anggota DPRD DKI. Mereka langsung berdiri dan menyalami dan mencium pipi Ade. Dengan hasil pemilihan ini kursi Ketua DPRD DKI diduduki oleh Ade sedangkan Ahmad Maringan Pangaribuan (Fraksi PDI P) dan Ilal Ferhad (Partai Demokrat) menjadi wakil ketua. Dalam pemilihan Maringan dan Ilal hanya memperoleh masing-masing satu suara.
Tjandra Dewi - Tempo





