Dua Tewas Akibat Meledaknya Kapal Tongkang
Selasa, 21 September 2004 | 19:07 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Sebuah kapal tongkang meledak saat berlabuh di Pangakalan Pasir, Cilincing, Jakarta Utara. Insiden Selasa (21/9) pukul 00.30 WIB dinihari itu menewaskan dua orang pekerja di kapal tersebut. Sementara, tiga orang lainnya mengalami luka-luka dan kini dirawat di Rumah Sakit Koja.
Menurut sumber di Polda Metro Jaya, kapal bernama Dae Hotel itu sedang menyedot BBM dengan mesin alkon. Pada peristiwa tersebut, lima rumah dan satu musala dekat Pangakalan Pasir habis terbakar. Kebakaran rumah tersebut menyebabkan ratusan rumah penduduk sekitar unjuk rasa untuk menutup Pangkalan Pasir yang diduga menjadi pangkalan penampung minyak ilegal. Pada pukul 02.00 WIB api berhasil dipadamkan dengan 10 unit mobil pemadam kebakaran.
Menurut Kasat Reskrim Polres Kesatuan Pelaksana Pengamanan Pelabuhan Tanjung Priok AKP Sarjiyo, polisi sudah memeriksa 14 orang saksi, termasuk operator pangkalan tersebut, H. Ajat Sudrajat. Ia sendiri saat ini masih terus melakukan pemeriksaan terhadap peristiwa dinihari itu. "Kami masih meminta kontraktor penyedotan residu minyak Roni Singgih untuk datang," kata Sarjiyo.
Dikatakan Sarjiyo, kapal tersebut sedang menyedot residu minyak untuk membersihkan kapal tersebut. Namun karena ada korseleting pada pipa penyedotan, menyebabkan pipa terbakar dan merembet hingga meledakkan kapal. Satu orang korban atas nama Budimanu. Sementara, satu orang korban lainnya tidak beridentitas karena saat diangkat dari laut dalam keadaan telanjang. Tiga orang luka ringan adalah Sukiman, Suhanda, dan Anta, semuanya adalah warga yang tinggal di dekat lokasi yang menjadi pekerja kapal tersebut.
Sarjiyo tidak memastikan, apakah pangakalan itu merupakan penampung minyak ilegal atau bukan. "Saya tidak tahu, penyidikan tidak sampai kesana, hanya melihat ada kelalaian dalam proses pembersihan kapal," ujarnya. Ia mengatakan, minyak digunakan Tongkang sebagai penyeimbang beban agar kapal tidak oleng saat melakukan perjalanan. Kapasitas minimal kapal tongkang sendiri bisa memuat minyak hingga 300 ton.
Yophiandi - Tempo News Room





