Ratusan Warga Blokir Jalan Gading Serpong
Rabu, 27 Oktober 2004 | 12:26 WIB
TEMPO Interaktif, Tangerang: Sekitar 300 warga dari enam kampung yaitu Cibogo Kulon, Cibogo Wetan, Lebak, Cisayur, Pabuaran dan kompleks Tarakanita Desa Kelapa Dua, Kecamatan Curug Kabupaten Tangerang, Rabu (27/10) sekitar pukul 07.00 WIB memblokir jalan utama Gading Serpong yang menuju Legok.
Aksi itu sebagai bentuk protes terhadap pengembang
yang membangun sejumlah tembok yang memisahkan
perkampungan warga dengan kawasan perumahan Gading
Serpong sehingga menyulitkan warga untuk melakukan
kegiatan ekonomi.
Protes dilakukan dengan membakar ban bekas tepat di
perempatan jalan raya yang membelah desa Cibogo Kulon
dan Cibogo Wetan. Warga juga membentangkan spanduk dan
poster yang berisi kecaman kepada pengembang yang
dinilai telah melanggar hak asasi manusia dan bertindak arogan. Warga juga meletakkan sebuah keranda dan memasang
tenda tepat di tengah jalan.
Protes warga mengakibatkan kemacetan lalu lintas
dari arah Gading Serpong menuju Jalan raya Legok dan
sebaliknya, hingga tiga kilometer. Sebagian kendaraan kemudian dialihkan melalui jalan Raya Kelapa Dua, yang juga menyebabkan kemacetan di ruas jalan tersebut.
Sejumlah warga yang ditemui di lokasi bercerita bahwa mereka tidak menghendaki tembok pemisah tersebut. "Kami menjadi kesulitan, warung mati, bengkel juga mati," kata
Sutarto, warga setempat. Dengan ditemboknya jalan itu warga juga sulit masuk ke Kecamatan Pagedangan.
Warga lain juga menyebutkan, lokasi kampung mereka
terisolir setelah SD Tarakanita dibangun. Pengembang tanpa izin warga membangun tembok keliling dan di sekitarnya dibuat parit. Dengan demikian, warga
terpaksa harus keluar masuk kampung dengan menggunakan tangga.
Hingga berita ini ditulis, warga masih bernegosiasi dengan pengembang agar bisa merobohkan tembok. Puluhan polisi dari Polres Tangerang mengamkankan lokasi.
Ayu Cipta - Tempo





