Dua Sekolah di Tangerang Digusur untuk Jalan Layang.

Rabu, 27 Oktober 2004 | 16:08 WIB

TEMPO Interaktif, Tangerang:Kepentingan pendidikan selalu kalah dengan kepentingan pembangunan lainnya. Setelah SMP N 56 di Melawai, Jakarta Selatan, kalah karena bisnis pasar. Dua bangunan Sekolah di Desa balaraja, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang dipastikan terkena penggusuran atas rencana dibuatnya Jembatan Layang di daerah Barat Tangerang itu.

Kedua bangunan sekolah yang terletak di areal Pasar Balaraja ini adalah SMP Negeri 1 Balaraja dan SD Negeri 1 Balaraja, yang lokasinya berseberangan terletak di jalan Raya Serang KM 23, Desa Balaraja, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang. "Belum ada solusi terbaik penanganan kedua Gedung sekolah yang letaknya saling berseberangan itu,"kata Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang Mas Iman Kusnandar.

Menurut Iman, pihaknya belum dilibatkan dalam masalah pembebasan lahan terkait tergusurnya kedua bangunan sekolah itu. "Jika melihat kondisi kedua bangunan
sekolah unggulan itu, memang sudah tidak layak lagi,"katanya. Kedua bangunan sekolah itu sebelumnya sudah terkena pelebaran jalan, sekarangpun akan kena gusur untuk jembatan layang.

Belum ada sikap dari pemerintah terkait dengan Tata ruang dalam menyelesaikan masalah ini.Cuma dua kemungkinan, direlokasi atau bangunannya digeser ke belakang.Menurut Iman, relokasi bukan lah jalan yang baik untuk menyelesaikan masalah ini."Pindah gedung sekolah bukan seperti kita pindah rumah, masalahnya tidak
segampang itu, banyak pertimbangan yang harus diputuskan
dengan matang sekali,"ujarnya.

Jika, jalan penggeseran bangunan ke dalam, untuk bangunan SD 1 sudah mentok, karena di belakang
bangunan SD dan sekitarnya berdiri Pabrik dan pemukiman
Penduduk. Sementara Untuk SMP I balaraja, kemungkinan
masih bisa karena adanya lahan kosong di belakang Sekolah itu.

Berdasarkan data dari Dinas PU Bina Marga
Kabupaten Tangerang, selain dua bangunan Sekolah itu,
puluhan rumah dan toko lainnya ikut digusur secara paksa
akhir November ini. "Kedua bangunan sekolah itu terpaksa harus terkena pembebasan lahan bersama puluhan bangunan lainnya,"kata Kasubdin Pembangunan pada Dinas PU Bina Marga Kabupaten Tangerang, Moch. Shaleh.

Menurut Shaleh, pelaksanaan proyek fisik kedua jembatan
layang itu 2005 harus sudah berjalan, pemancangan tiang
kontruksi akan dimulai awal tahun 2005 ini. "Pemerintah sudah tidak punya banyak waktu lagi, mengingat waktu yang ada tinggal tiga bulan lagi. Kami masih menggunakan perasaan secara manusiawi, untuk tidak melakukan tindakan dengan kekerasan, tapi jika sudah sampai batasnya, ya terpaksa jalan itu dilakukan,"ancamnya.

Jembatan layang dan Terminal, menurut Shaleh, mempunyai peranan yang sama dalam penataan lalu lintas di Balaraja. Jembatan layang, kata dia, untuk melancarkan jalan, sedangkan terminal untuk menertibkan kendaraan umum. Rencananya, jembatan layang itu akan dibangun sepanjang 600 meter di jalan Raya Serang, tepatnya di depan pasar Balaraja. Total luas lahan yang dibebaskan sekitar 262.074 meter persegi. Pemerintah setempat telah menganggarkan didalam APBD 2004-2005 sebesar Rp 7,86 Milyar untuk pembebasan lahannya.

Budiawan, Kepala Seksi pengadaan Tanah pada dinas
pertanahan Kabupaten Tangerang mengancam akan menggusur secara paksa, lewat penetapan Pengadilan Negeri Tangerang dalam rangka mengosongkan lahan yang akan dibangun Fly Over itu. " Kami akan menyerahkan masalah ini ke Pengadilan Negeri dengan menitipkan uang ganti rugi, dan penyelesaiannya dilakukan pihak pengadilan,"kata Budi enteng.


Joniansyah






Komentar Anda

Kirim