Pedagang Pasar Cipulir Keluhkan Kaki Lima
Rabu, 03 November 2004 | 15:29 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pedagang Pasar Cipulir, mengeluhkan minimnya penataan pedagang kaki lima di kompleks perdagangan grosir pakaian jadi di Jakarta Selatan itu. Hal ini ditengarai selain dapat mengurangi pendapatan pedagang juga berpengaruh pada tingkat kenyamanan calon pembeli, padahal lebaran hampir tiba dan biasanya terjadi lonjakan pembeli pakaian jadi.
“Kaki lima itu tidak mengeluarkan biaya beli kios, sedangkan harga jual barangnya relatif sama dengan penjual lainnya,” ujar salah seorang pedagang yang menolak untuk disebut namanya, siang tadi (3/11). Inilah yang menurutnya menjadi pemicu keberatan dari pedagang resmi pasar. Menurutnya untuk mengatasi hal ini tidaklah mudah. “Setiap pasar akan selalu dihadapi dengan masalah kaki lima,” ujarnya lagi.
Sementara di sisi lain, pihak pembeli pun menyatakan keberatan yang senada. “Banyaknya kaki lima kadang justru menyulitkan jalan bagi pembeli,” ujar Hadi (42 tahun), salah seorang calon pembeli. Saat ini, selain memadati area depan pasar di lantai dasar, ada juga kaki lima yang menggelar dagangannya di tangga penghubung antar lantai. “Ini jelas mengurangi kenyamanan dan keamanan pembeli,” ujarnya lagi.
Bastian Siregar SH selaku Manajer PD Pasar Jaya Area 12 Cipulir ketika dimintai keterangan soal tersebut mengatakan, “Sekarang kita sudah punya solusi untuk menertibkan para pedagang kaki lima tersebut.” Menurut keterangannya, para pedagang kaki lima nantinya akan diberi tempat di lantai IV, satu area dengan kantor PD Pasar Jaya kini berada.
Hal ini erat terkait dengan pengembangan pasar tersebut yang sedang dalam pengerjaan. Menurut rencana, pedagang kaki lima nantinya akan dipindahkan ke counter-counter yang disediakan begitu pembangunan pasar sudah selesai. “Mungkin sekitar bulan Juli tahun depan sudah selesai,” tutur Siregar. Keterangan yang didapat, harga satu counter-nya dipatok dalam kisaran harga Rp 30 juta – 41 juta dengan lebar antara 2,15 meter sampai 2,55 meter.
Saat ini tengah dibangun sebanyak 600 counter baru sebagai bagian dari program ini. Sementara menurut keterangan dari koperasi pedagang, hanya terdapat sekitar 400 pedagang kaki lima yang ada di sekitar lokasi. “Sisanya diperuntukkan bagi pedagang lain yang berminat,” ujar Yudasril selaku Sekretaris Koperasi Pedagang Pasar Cipulir.
Untuk mendukung langkah tersebut, pihak koperasi pedagang pun memberikan kemudahan khusus bagi pedagang kaki lima yang ingin menyewa counter. Diantaranya perpanjangan uang muka sebesar 30 persen yang tadinya harus diangsur selama tiga bulan menjadi 10 bulan angsuran. Sedangkan sisanya yang 70 persen lagi dapat diangsur pedagang selama lima tahun dari yang tadinya hanya 29 bulan.
“Karena penataan ini penting untuk memperkuat ciri khas pasar supaya tidak terus kalah bersaing dengan pasar besar lain,” ujar Yudasril lagi memberi alasan. Dengan adanya penataan ini, harapannya pembeli tidak akan berpaling ke pasar lain.
Rinaldi – Tempo





