Terminal Tangerang Sepi, Agen Bus Mengeluh

Jum'at, 05 November 2004 | 20:16 WIB

TEMPO Interaktif, Tangerang:
Memasuki H-10 menjelang lebaran, di terminal Poris Plawad, kota Tangerang masih nampak sepi seperti hari-hari selumnya. Belum ada tanda-tanda orang akan mudik. Situasi ini dikeluhkan sejumlah pengusaha angkutan bus (PO) yang ada disana.

Sejumlah Agen Bus yang terdiri dari PO-PO dengan trayek antar kota dalam propinsi yang ada di Terminal Poris Plawad, kota Tangerang mengeluhkan sepinya penumpang lebaran kali ini. Menurut mereka, sepinya penumpang karena kurangnya sosialisai dan akses jalan masuk menuju terminal yang baru difungsikan 10 bulan lalu. Situasi seperti ini, membuat perusahaan jasa tranportasi itu kesulitan dalam mendapatkan penumpang.

Selamat, perwakilan dari PO Rosalia Indah mengatakan, sejak kepindahan mereka dari Terminal Cimone ke Poris Plawad jumlah penumpang menurun drastis. " Bayangkan saja, hari ini kami telah memberangkatkan tiga armada bus ke Jawa tengah, Berangkat dari sini untuk armada satu sebanyak dua orang, armada dua sebanyak tiga orang, armada tiga cuma 5 penumpang,"katanya.

Keadaan ini juga diamani oleh Iyan, perwakilan dari PO Ramayana. Menurut dia, sampai H-10 tingkat penumpang
tidak ada perubahan yang drastis. "Gak ada bedanya dengan hari biasa, sama mau lebaran tetap sepi," katanya. Menurut Iyan, selama hampir 12 tahun mengoperasikan PO Ramayana di Tangerang baru kali ini, pihaknya tidak mendapatkan penumpang.

Baik Iyan, maupun Selamat dan PO bus yang lain merasakan lebaran kali ini sangat kering penumpang. Selama ini, mereka hanya mengandalkan penumpang yang memang sudah berlangganan sejak lama. Mereka berpendapat, sepinya terminal karena tidak ada perhatian dari pemerintah setempat terhadap terminal terbesar di Banten itu.

"Gimana gak mau sepi, letaknya jauh dari perkotaan, angkutan dan bus dalam kota jarang sekali yang masuk terminal, mereka hanya parkir dan menurunkan penumpang di dekat pom bensin yang jaraknya satu kilometer dari terminal," kata Selamat.
Dengan kondisi seperti itu, Iyan dan Selamat mengaku tidak bisa berharap banyak pada lebaran kali ini. "Yah mau diapakan lagi, kita memang sudah dipatok di sini," katanya.

Kepala Terminal Poris Plawad, Subur, mengakui jika hingga saat ini, pihaknya belum bisa berbuat banyak menghidupakn dan meramaikan terminal kebanggaan masyarakat Tangerang itu. Menurut Subur, ini terjadi hanya karena faktor akses jalan yang belum memadai. Menurut Subur, terminal Poris Plawad merupakan salah satu Terminal Tipe A yang terbesar di Propinsi Banten. Terminal yang dibangun di atas lahan seluas 5,2 hektar itu berdiri megah jauh dari pemukiman penduduk. Dengan lahan seluas itu, terminal Poris Plawad semestinya mampu menampung 8000 unit kendaraan angkutan umum maupun bus angkutan.

Selama ini, papar Subur, terminal Poris Plawad yang juga berfungsi sebagai terminal pemberangkatan melayani 24 Rute
angkutan perkotaan dan 60 hingga 70 Rute angkutan bus luar kota. " Tapi yang bisa masuk baru 15-20 persennya," kata
Subur.

Menurutnya, kendala ini dikarenakan sarana dan prasarana yang belum memadai terutama akses jalan masuk menuju
terminal. Terminal Poris Plawad diresmikan pada tanggal 6 Desember 2003 yang berlokasi di Kelurahan Poris Plawad,
kecamatan Cipondoh Kota Tangerang. Lokasinya memang cukup jauh dari keramaian. Dibutuhkan dua kilometer masuk menuju terminal.

Berdasarkan Pantauan Tempo, hari-hari sebelumnya, terminal ini memang tampak sepi seperti tak bertuan dan terkesan
menyeramkan. Sopir Angkutan, maupun bus dalam kota enggan menurunkan penumpangnya di dalam terminal. Bahkan sebagian besar sopir angkutan menurunkan penumpang sekitar satu kilometer dari terminal. Alasan mereka, penumpang tidak ada yang mau turun di terminal karena sepi dan takut. Semakin lama, mereka menjadikan tempat itu seperti terminal bayangan
saja.

Sementara itu, memasuki H-10 jelang lebaran, tingkat lonjakan penumpang di terminal pemeberangkatan Poris Plawad tidak banyak perubahan. Hanya beberapa calon penumpang menunggu di lobi tempat menunggu penumpang dan di depan penjualan tiket Agen-agen bus luar kota yang berjejer di dalam terminal itu. Sementara di luar Puluhan Bus diam tak bergerak menunggu penumpang yang tidak kunjung naik.

Joniansyah-Tempo






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: