2000 Hektar Hutan Dompu dan Bima Dirusak Penduduk
Selasa, 09 November 2004 | 11:00 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Lebih 2.000 hektar lahan hutan di Kabupaten Dompu dan Kabupaten Bima, NTB, mengalami perusakan oleh penduduk sekitar. Pemusnahan pohon-pohon diantaranya dari jenis jati, sonokeling, asam. Akibat penebangan liar, dikhawatirkan tiga lima tahun ke depan kedua wilayah tersebut kesulitan air.
Tiadanya tindakan tersebut diduga karena pejabat bupati di kedua daerah tersebut akan segera mengakhiri masa jabatannya, sehingga tidak berani mengambil sikap. Padahal, lokasinya tampak kasat mata mudah dilihat dari jalan raya. Ironisnya di sepanjang jalan Kabupaten Dompu, pada lokasi pembabatan hutan tersebut terpampang delapan papan bertulisan “Lestarikanlah Sumber Daya Hutan Sebagai Sumber Daya Air Untuk Kehidupan”.
Kondisi hutan, terutama di Kabupaten Dompu, secara kasat mata rusak akibat pembakaran. ‘’Istilahnya tinggal batu bertanah di sana. Karena sudah kelihatan batu-batunya,’’ ujar Sekretaris Komisi Teknik PIDRA (Participatory Integrated Development In Rainfed Areas), Pending Dadih Permana, di kantornya, kepada Tempo, Selasa (9/11) pagi.
Supriyantho Khafid-Tempo





