Ratusan Petugas Kosongkan SMP 56 Melawai
Rabu, 17 November 2004 | 12:10 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Pemerintah DKI Jakarta, Rsabu (17/11) pagi ini, secara resmi mengosongkan SMP Negeri 56 Melawai. Ratusan petugas menggotongi kursi, bangku, dan alat belajar lainnya dari ruang kelas. Barang-barang tersebut lantas ditaruh di halaman gedung sekolah.
Dalam waktu dekat, dua sampai tiga hari ini, bangunan berikut lahan SMP 56 diserahkan kepada PT Tata Disantara, perusahaan milik bekas Menteri tenaga Kerja Abdul Latief.
Prosesi pengosongan ini bagian dari konsekuensi tukar guling lahan SMP antara pemerintah DKI dengan Abdul Latief. Namun, ruilslah ini ditentang banyak pihak, termasuk guru dan orangtua murid.
Pengosongan dihari lubir Lebaran berjalan lancar tanpa mendapat protes dari komite sekolah, guru, maupun murid. "Pengosongan pada hari (libur) ini supaya tidak menimbulkan gejolak," ujar Rohana Manggala, Asisten Bidang Kesejahteraan Masyarakat Pemerintah Provinsi DKI yang menjadi koordinator pengosongan.
Rohana mengatakan, pengosongan tidak dilakukan tiba-tiba. Sebelumnya, kata dia, sudah koordinasi dengan Komisi Nasional Lembaga Perlindungan Anak yang diketuai Seto Mulyadi. Begitu pula dengan orangtua murid, menurutnya, sudah diberi tahu melalui surat.
Pemerintah, kata dia lagi, memberi jaminan kelangsungan sekolah terhadap siswa eks SMP Negeri 56 Melawai. Salah satunya dengan cara memindahkan para siswa ke SMP Negeri 56 Jeruk Purut. "Semuanya gratis. Kami akan jamin biaya sampai mereka lulus," ujarnya lagi.
Penyerahan aset tanah dan bangunan SMP Negeri 56 Melawai, kata dia, segera dilakukan setelah semua pengamanan barang inventaris sekolah beres.
Dari pantauan Tempo, sekitar 400 petugas yang dikerahkan untuk pengosongan gedung adalah dari aparat ketertiban. Mereka memulai aksinya sekitar pukul 07.00 WIB.
Petugas terlihat bergegas mengusung meja dan kursi dari lantai dua dan tiga sekolah, lalu dilemparkan ke halaman sekolah, tepatnya di lapangan basket. Sementara itu, pengamanan didepan gedung dilakukan anggota Kepolisian Resort Jakarta Selatan. Sarana angkut yang disiapkan berupa truk sebanyak 70 unit. Inventaris sekolah itu dibawa ke Pulo Mas, gudang milik Biro Pelengkapan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Rinaldi Dorasman G - Tempo News Room





