Beijing Tolak Tandatangani Deklarasi Jakarta

Selasa, 23 November 2004 | 17:51 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:
Pertemuan antara 12 kota Asia dalam Asian Network of Major Cities (ANMC) 21 hari ini, Selasa (23/11) yang berlangsung sejak Minggu (21/11) di Hotel Borobudur Jakarta, telah selesai. Pertemuan itu menghasilkan sebuah Deklarasi Jakarta serta keputusan penyelenggaraan Sidang Pleno V, ANMC tahun 2005 di Beijing, China. Namun pada penandatanganan Deklarasi Jakarta tersebut, Wakil Walikota Beijing, Zhang Mao tidak hadir. Alasannya, Beijing tidak setuju dengan keputusan forum bahwa pada 2006 Taipei akan menjadi tuan rumah ANMC.

Menghadapi sikap Beijing tersebut, Gubernur DKI Jakarta, Sutiyoso selaku tuan rumah mengatakan pihaknya akan menemui secara khusus walikota Beijing untuk menandatangani deklarasi tersebut. "Apa yang kita tandatangani adalah hasil kesepakatan bersama. Kita akan temui secara khusus untuk tandatangan. Apabila tidak tandatangan maka yang kita hasilkan akan kita serahkan ke sekretariat ANMC yang ada di Tokyo. Mereka yang akan memutuskan siapa yang akan menjadi tuan rumah 2005, "Kata Sutiyoso seusai penandatanganan Deklarasi Jakarta di Hotel Borobudur Jakarta, Selasa (23/11).

Penolakan Beijing ini membawa konsekuensi, secara otomatis sidang pleno V ANMC akan berlangsung di Taipei. Sebelum pendandatangan deklarasi, Sutiyoso sempat mengatakan bahwa sidang pleno tersebut sempat mengalami dead lock berkenaan dengan penetapan tuan rumah pada Sidang Pleno V dan VI ANMC mendatang. "Ini tidak mudah dan kalau dua itu ketemu pasti dead lock. Ini masalah politik, "kata mantan Pangdam Jaya itu.

Sutiyoso menambahkan Beijing sangat tidak konsekwen jika menolak keputusan tersebut dengan alasan forum sudah menyetujuinya. "Forum sudah setuju, dia tidak bisa menolak, bisa diboikot oleh anggota yang lain," katanya. Namun demikian, Sutiyoso menyatakan puas dengan hasil kesepakatan tersebut. "Ini sesuatu yang sangat menegangkan, tetapi saya puas saya bisa ketawa-ketawa sekarang karena bisa diseleesaikan secara smooth,"katanya.

Deklarasi Jakarta memuat konsensus, harapan dan tekad tentang apa yang dilakukan oleh walikota dan gubernur Asia untuk mendorong kemajuan bersama kota-kota Asia. Antara lain implementasi sembilan program kerjasama 12 kota besar Asia yang meliputi pengembangan pesawat jet angkut berukuran kecil dan sedang, program pendidikan jarak jauh di kawasan Asia, penyelenggaraan Festival Seni Asia, kampanye Welcome Asia, jaringan pengendalian emisi kendaraan kota-kota asia, pusat internasional manajemen pengembangan perkotaan dan jaringan krisis manajemen.

Selain itu, dalam pertemuan ANMC 21 para angota juga telah sepakat terhadap proposal baru yang diajukan oleh Singapura. Yaitu, program pengembangan usaha orisinil bagi pengusaha muda. Dan program pemberantasan penyakit infeksi di Asia yang diajukan oleh Tokyo. Lima kota yaitu Delhi, Hanoi, Kuala Lumpur, Taipei dan Tokyo juga menawarkan program pertukaran tekhnologi, kebudayaan dan sumber daya manusia.

Kesepakatan lain dalam pertemuan ANMC ini adalah meningkatkan dan memperkuat kerjasama dalam memerangi ancaman terorisme dengan melakukan program Network for Crisis Management.

Hadir dalam penandatanganan deklarasi Jakarta, Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso, wakil gubernur Bangkok Pensri Phijaisant, menteri pembangunan perkotaan Delhi, A.K Walia, Ketua Komite Rakyat Hanoi, Nguyen Quoc Tricu, Wakilota Kuala Lumpur, Datuk M Shaid, Gubernur Tokyo, Shintaro Ishihara, Ketua Otoritas Perkembangan Metropolitan Manila, Bayani Fernando, Wakil Walikota Seoul, Lee Choon Sik, Menteri Informasi Komunikasi Kesenian dan Kesehatan Singapura, Balaji Sadasivan, Walikota Taipei, Ying Jeou Ma, dan Walikota Yangon, Brig Gend Aung Thein Lynn.

Seusai menandatangani deklarasi Jakarta, mereka melanjutkan kunjungan ke pameran yang diselenggarakan di Lapangan Banteng Jakarta.

Suryani Ika Sari – Tempo






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: