Masinis KRL Tewas Tersengat Listrik

Selasa, 23 November 2004 | 20:35 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Seorang masinis KRL, Yohanes, warga Bangka VI no. 243, Perumnas III Bekasi tewas tersengat aliran listrik saat bersama rekannya memperbaiki jalur KRL Manggarai-Tanah Abang yang rusak akibat tertimpa pohon saat hujan lebat, Selasa (23/11) sore. Korban dalam kondisi kritis sempat dilarikan ke RS Agung, Manggarai, sekitar pukul 14.55 Wib. Namun setiba di rumah sakit, nyawa korban tidak tertolong.

Pada saat kejadian korban yang merupakan masinis KRL Jabotabek saat itu sedang tugas piket di depo Bukit Duri. Namun petang tadi terjadi hujan lebat yang mengakibatkan puluhan pohon tumbang dan menimpa jalur kereta perlintasan antara Stasiun Manggarai ke arah Tanah Abang. Saat itu dia ditugaskan untuk mengamankan jalur dengan membersihkan timbunan dahan menggunakan sebuah kereta penolong.

Menurut Humas Daop I PT Kereta Api, Akhmad Sujadi, saat membersihkan ranting yang mengganggu jalur lintasan kereta sebenarnya aliran listrik antara St. Manggarai-Tanah Abang telah dimatikan. "Tapi rupanya masih ada sisa aliran listrik meski arus listrik telah dipadamkan," kata Sujadi. Saat itulah korban yang berusaha menarik dahan yang manimpa salah satu kawat listrik tiba-tiba tersengat aliran listrik dengan tegangan 15 kiloVolt.

Menurut Sujadi, meskipun korban seorang masinis di PT. KA ada tradisi bila terjadi gangguan semacam ini masinis juga dikerahkan untuk mengamankan jalur, agar lalu lintas bisa normal kembali dan pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu. Lokasi tepatnya kejadian tersebut berada pada lintasan Manggarai-Tanah Abang tepatnya di Km. 3+6/8 Bukit Duri. Jenazah korban, menurut Sujadi, dari rumah sakit oleh pihak keluarganya langsung dibawa pulang ke Bekasi. Diakui Sujadi, terhadap jenazah tidak dilakukan visum.

Ramidi ? Tempo






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: