PNS: Masuk Tak Masuk Kerja Uang Tetap Masuk
Rabu, 24 November 2004 | 16:07 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Alasan klasik masih mendominasi para Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang hari ini serempak mengikuti seleksi. Hal ini seperti dikatakan oleh para peserta tes CPNS Departemen Kehutanan. “Saya ingin aja jadi PNS, masa depannya cerah,” kata Lena, 26 tahun, lulusan Sekolah Tinggi Ilmu Kehutanan Aceh angkatan 1996 kepada TNR, Rabu (24/11).
Lena adalah. Salah satu dari 1.305 orang peserta tes CPNS Departemen Kehutanan. Tes dilakukan dari pukul 07.00-13.15 WIB di Gedung Manggala Wanabakti Jalan Gatot Subroto. Sudah tujuh bulan Lena tinggal di Jakarta dan ia tidak memprioritaskan pekerjaan sebagai sebagai PNS atau pegawai swasta. “Cari kerja sekarang susah,” katanya.
Jadi tawaran pekerjaan yang pertama ia peroleh akan diambilnya. Ari, yang berasal dari Pekan Baru, malah mengatakan, “kalau jadi PNS, masuk atau tidak masuk kerja, uang tetap masuk.”
Peserta tes di Dephut hari ini juga salah satunya ada yang sedang hamil tua. Nilam Jatiningrum, 25 tahun, karyawan kontrak HSBC, hanya tertawa ketika ditanya alasannya ikut tes CPNS Dephut ini. Nilam yang sedang hamil sembilan bulan sepuluh hari ini ditemani oleh ibunya, Ny. Jatmiko, 50 tahun. Ny. Jatmiko yang khawatir putrinya melahirkan pada saat tes, sudah menyiapkan baju di mobil kalau-kalau Nilam merasakan tanda-tanda akan melahirkan. “Tapi selama tes, tidak ada tanda-tanda, cuma duduknya saja tidak nyaman,” kata Nilam. Nilam saat ini sedang menyelesaikan studi S2-nya di Gunadarma jurusan Sistem Informasi.
Hj. Siti Nurhayati, 48 tahun, juga tidak tahu pasti motivasi apa yang mendorong putranya Hendra Gunawan, 22 tahun, mengikuti tes CPNS Dephut. Padahal menurutnya, di Bogor, suaminya memiliki show room motor. “Tapi Hendra tidak mau ikut bisnis keluarga,” katanya.
Enam orang satpam dan dua orang dari Pospol Palmerah ikut mengamankan kelangsungan tes hari ini. “Polisi memang disiapkan dimasing-masing tempat tes,” kata Harry Budiman, Kepala Bagian Perencanaan dan Pengembangan Kepegawaian Biro Kepegawaian Sekretaris Jenderal Departemen Kehutanan.
Menurut Harry, jumlah CPNS yang akan direkrut adalah berdasarkan kebutuhan organisasi. CPNS yang mengikuti tes hari ini rencananya tidak hanya untuk kantor pusat, tapi akan ditempatkan diseluruh daerah di Indonesia.
Pemusatan seleksi tes secara nasional ini, menurut Harry, dikoordinir oleh Kementrian Koordinasi Kesejahteraan Rakyat, karena selama ini disinyalir adanya KKN dalam perekrutan CPNS. Pengolahan soal dilakukan oleh Departemen Pendidikan Nasional dan Badan Kepegawaian Negara.
Fanny Febiana-Tempo





