Membersihkan Kuburan, Unin Tewas Digigit Ular
Kamis, 25 November 2004 | 22:13 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Unin, 50 tahun, warga Desa Lubang Buaya Rt 2/5, Setu, Kabupaten Bekasi, ditemukan tewas di dekat kuburan milik keluarganya, Kamis (25/11), pukul 15.00 WIB. Hasil diagnosa dokter RSUD Bekasi, pada tubuh korban ditemukan luka-luka memar akibat gigitan bintang melata, ular.
Informasi yang dihimpun Tempo, korban ditemukan pertama kali oleh tetangga korban, Darto, 30 tahun. Saat ditemukan, korban terliht terlentang di dekat nisan. Saat didekati korban sudah tidak bergerak lagi. Karena panik, saksi kemudian melaporkan penemuan itu kesejumlah tetangga.
Setelah dicek, ternyata korban sudah tidak bernyawa. Sebagian warga berbondong-bondong melapor ke aparat Kepolisian Sektor Setu. Polisi yang datang ke tempat kejadian, langsung membawa korban ke RSUD Kota Bekasi untuk mendapatkan pemeriksaan.
Anggota keluarga korban juga ikur ke RSUD. Namun istri dan anak korban tidak mau memberikan keterangan kepada wartawan. Darto yang ditemui di ruang jenasah RSUD mengatakan, sebelum mati, korban sempat pamitan kepada keluarga untuk membersihkan makam yang berlokasi di dekat Pasar Setu.
Keluarga sama sekali tak mengetahui kondisi korban setelah pamitan. Kelurga, kata Darto hanya mengetahui kalau korban akan pergi ke makam untuk memperbaiki tanah di sekitar batu nisan yang mulai amblas, karena belakangan ini terus disiram air hujan. "Kata istri Mas Unim, kuburannya memang harus segera diperbaiki," kata Darto.
Darto mengaku terkejut mendapati tubuh korban yang terkapar sendirian. "Begitu saya lihat ke lokasi, tubuh korban sudah dikerubuti semut," kata Darto yang saat ditemukan belum mengetahui penyebab kematian korban. Kelurga dan para tetangga korban baru mengetahui penyebab tewasnya petani desa itu setela diberitahu RSUD.
Sedangkan dari hasil diagnosa RSUD, ditemukan luka-luka memar akibat gigitan bintang melata. Luka akibat gigitan ditemukan di lengan tangan korban. Di sekitar lubang kecil di tangan itu terlihat membiru dan memar. Namun, sejauh ini, pihak RSUD belum mengetahui jenis ular apa yang menyebabkan ayah dari dua anak itu tewas.
Siswanto-Tempo




Komentar Anda :