Pembentuk Kota Otonom Cipasera Perlu Kajian Mendalam

Senin, 29 November 2004 | 10:42 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Wacana pemisahan enam kecamatan di wilayah selatan Kabupaten Tangerang menjadi kota tonom Cipasera (Ciputat, Pamulang, Pondok Aren, Serpong, Cisauk dan Pagedangan), masih pada tahap pro dan kontra. Meski demikian, intensitas tuntutannya semakin tinggi.

Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Sagaff Usman, menilai kajian dan penelitian tentang rencana pembentukan
Cipasera masih jauh dari harapkan, karena dalam kajian itu belum melibatkan semua unsur masyarakat. " Belum sampai pada kajian yang mendalam dan menyeluruh karena masih ada pro dan kontra di dalam Badan Koordinasi
Pembentukan Kota Cipasera," ujar Sagaff.

Dia juga masih mendengar ada yang merasa ditinggalkan jika kota Cipasera terbentuk. "Kajian harus dilakukan secara detail dan mendalam lagi," Sagaff menambahkan kepada Tempo usai acara Musyawarah pembentukan
Badan Koordinasi Pembentuka Kota Cipasera di Serpong.

Sagaff meminta agar semua unsur yang terlibat didalamnya agar penuh kehati-hatian dalam melakukan penelitian dan
kajian. Menurutnya, semua unsur dari segala sisi harus dikaji secara seksama dan melibatkan orang-orang yang arif bijaksana dan tahu betul tentang Tangerang. Jika tidak, akan terjadi ketimpangan dan pemecahan wilayah menjadi sia-sia. "Dan berdampak pada kehidupan masyarakat daerah itu sendiri," katanya.

Menurutnya, sesuai kesepahaman antara DPD dan Departemen Dalam Menegeri, November lalu, berdirinya sebuah kota harus didukung pejabat dan pemerintahan yang baik dan mengerti seluk beluk serta permasalahan di wilayahnya. Dia mencontohkan sejumlah kasus pemisahan wilayah, seperti Mamasa yang hingga saat ini konfliknya terus berlangsung,
cita-cita awal untuk membangun daerah pupus karena kepentingan sepihak. "Kami tidak ingin hal serupa terjadi di
Tangerang," ujarnya lagi.

Hal senada disampaikan wakil ketua Komisi A DPRD Kabupaten Tangerang, Daka Udin. Menurutnya, dari segi
pendapatan Cipasera memang menenuhi persyaratan, tapi dari sisi masalah kesatuan budaya, Agama, dan sudut pandang
dalam masyarakat belum muncul. "Unsur ini penting karena akan memperkuat rasa dan persatuan," kata Anggota DPRD
Dari PPP ini.

Sementara itu, Anggota DPRI Yusuf Faishal yang hadir dalam musyawarah tersebut memandang hasil kajian yang
telah dilakukan tim pengagas sudah matang, baik dari segi ekonomi, Sosial, poltik, infrastruktur, SDM. " Meskipun Tim
menggunakan data tahun 2000, itupun sudah layak dan memenuhi syarat, sekarang kita hanya menunggu keputusan
poltik yang harus kita mabil secara mayoritas," kata Yusuf.

Joniansyah--Tempo






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: