Kabag TU Dinas Trantib Kota Tangerang Dibacok Preman Pasar Anyar
Senin, 29 November 2004 | 17:53 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Kepala Bagian Tata Usaha Dinas Trantib Kota Tangerang, Sabar Situmorang dibacok seorang preman Pasar Anyar. Peristiwa itu terjadi Senin (29/11) sekitar pukul 10.30.
Saat kejadian, Sabar sedang memimpin sweeping pedagang kaki lima dan becak agar tidak beroperasi di kawasan itu, karena daerah itu merupakan kawasan terlarang dan tertib K3.
Meskipun luka bacok yang dialami Sabar tidak terlalu parah pada bagian paha kaki kanannya, namun Wali Kota Tangerang secara tegas meminta agar kepolisian bertindak atas aksi premanisme tersebut. Wali Kota Wahidin Halim ditemui Senin siang menyatakan pihaknya menyesalkan kejadian itu.
"Kami serahkan ke pihak kepolisian. Tetapi penertiban di kawasan itu tetap akan berjalan terus," kata Wahidin kemarin. Menilik kronologis, peristiwa itu memang ada
dugaan balas dendam terhadap petugas yang dilakukan
sekelompok preman yang mangkal di Pasar Anyar.
Lebih jauh Wahidin menghimbau agar masyarakat tidak mudah terpancing emosi sehingga tidak timbul masalah baru antar suku. Untuk itulah menurut Wahidin pihaknya tidak perlu bereaksi kecuali menyerahkan sepenuhnya penanganannya kepada polisi.
Diceritakan Kepala sub dinas Pemberitaan bagian informasi dan komunikasi Pemkot Tangerang, Syaiful
Rochim bahwa awal peristiwa itu dipicu pada Jumat
sore sekitar pukul 16.00 saat seorang Ambon menumpang becak di kawasan Pasar Anyar tepatnya dari depan rumah bilyar Sahabat hendak menuju Robinson.
Seorang petugas Trantib melihatnya, becak itu distop
dan tukang becaknya diminta menurunkan penumpangnya.
Si penumpang becak yang belakangan disebutkan bernama Lutfi itu marah dan mengancam kepada petugas Trantib bernama Munir bahwa akan ada lima orang petugas satpol PP yang mati. Tetapi ancaman itu tidak digubris.
Baru pada keesokan harinya, pada Sabtu (27/11) sekelompok orang yang kemungkinan teman Lutfi itu
meneriaki petugas yang kembali menjadi kaawasan Pasar Anyar dengan kata-kata mengejek. Dan memperolok-olok petugas. Karena petugas tidak terpancing, maka tidak terjadi keributan.
Selang dua hari kemudian pada Senin pagi, sekitar 35
orang petugas Trantib kembali melakukan sweeping di Kawasan Pasar Anyar, seorang Ambon yang disebut-sebut
bernama Latif menantang sejumlah petugas Trantib yang berseragam coklat-coklat itu.
Bahkan kepalas subdinas satpol PP, bernama Yulianus juga ditantang untuk duel. Tetapi tidak ditanggapi. Bahkan menurut Syaiful, sekelompok orang mengepung sejumlah petuga Trantib, yang kemudian mundur ke arah mobil patroli diparkir di depan Masjid Agung. Termasuk Kabag TU, Sabar Situmorang yang lari menyelamatkan diri, arena melihat sejumlah orang itu membawa senjata tajam.
"Mereka seolah menerima komando dari Latif, karena
ketika mulai terjadi insiden itu, sekitar enam hingga tujuh orang keluar dari RM Padang depan pendopo Kabupaten Tangerang di jalan Kisamaun sambil membawa samurai dan pisau," kata Saiful.
Lebih lanjut, Saiful mengatakan, ada sebagian tukang
becak yang mangkal di kawasan itu yang ikut melakukan
penyerangan terhadap petugas Trantib. Waktu itu Sabar tersandung pagar pembatas yang dipalangkan di jalan ketika lari, maka datanglah Lutfi yang kemudian menebaskan samurainya ke bagian paha kanan Sabar.
Karena lukanya tidak parah, Sabar hanya mendapat dua
jahitan dan dibawa ke balai pengobatan di lingkup
Dinas Kesehatan di jalan Daan Mogot. Selain Sabar,
seorang petugas Trantib lainnya bernama Patilah juga
terkena goresan pisau pada bagian paha kirinya.
Informasi yang diperoleh TEMPO dari seorang warga
asal Ambon lainnya menyebutkan bahwa motif pembacokan
itu adalah balas dendam. "Lutfi tersinggung, saat Munir menyetop becak, karena tindakannya kasar. Teman saya itu adalah pengawal bos di Jakarta, dia marah lalu melakukan tindakan itu. Tapi itu baru peringatan," kata seorang kawan Lutfi yang enggan dikutip namanya.
Sementara itu Kepala Polres metro Tangerang, Komisaris besar (Kombes pol) I Ktut Untung Yoga yang dihubungi TEMPO secara terpisah menyatakan pihaknya akan menangkap pelaku pembacokan.
"Kami sudah turunkan anggota untuk menangkap pelaku.
Itu merupakan tindak kriminal," kata Untung Yoga
Senin sore. Sampai laporan ini ditulis, pelaku pembacokan masih dalam pengejaran polisi.
Ayu Cipta-Tempo





