Warga Bojong Masih Ketakutan

Senin, 29 November 2004 | 19:03 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:
Sepekan pasca kerusuhan warga Desa Bojong masih dicekam ketakutan, setiap hari ada saja orang tidak dikenal menanyakan orang-orang yang diduga terlibat kerusuhan. Selain itu Posko Pembelaan Warga Bojong sampai Senin (29/11) sore kemarin masih mencatat sekitar 123 orang belum jelas keberadaannya. Hal tersebut dijelaskan Erwin Usman, Koordinator Posko kepada wartawan di dekat TPST Bojong.

"Sampai saat ini masih ada orang yuang yang menyatakan
anggota keluarganya hingga kini belum kembali ke rumahnya sejak kerusuhan Senin lalu," ujar Erwin.
Untuk memastikan pengaduan warga Bojong pihaknya kini
melakukan verifikasi kembali dimana sebenarnya anggota
keluarga mereka, karena tidak ada kabar sama sekali.

Menurut Erwin, setiap harinya posko pembelaan warga
Bojong masih ada saja warga yang mengadukan sering
didatangi orang tak dikenal yang menanyakan anggota
keluarga yang masih hilang. Namun, warga Bojong yang
masih dicekam rasa ketakutan tidak mau bercerita
banyak, apalagi mereka takut ada aksi penangkapkan
susulan.

"Mungkin maksud orang tak dikenal yang mendatangi
rumah warga Bojong itu baik. Tapi karena warga masih
ketakutan akhirnya mereka melaporkan ke posko
pembelaan warga Bojong," kata Erwin.

Suasana di sekitar lokasi TPST Bojong hingga kemarin
sore masih mencekam dan terlihat rumah-rumah penduduk
masih ditutup rapat. Setiap hari ada saja orang tak
dikenal yang datang ke daerah mereka, sehingga warga
menjadi sangat tertutup untuk ditanyai.

Kaum lelaki seolah menghilang tidak berbekas entah mereka
menyembunyi diri dimana, yang jelas puluhan keluarga
masih belum dapat kabar apakah ayah atau anak lelaki
mereka ditangkap atau pergi kemana. Suasana sepi pun
terasa ketika Sholat Jumat di sebuah Mesjid Desa
Bojong berlangsung, biasanya terlihat seratus lebih
ikut Sholat Jumat tetapi pekan lalu hanya terlihat
puluhan orang saja.

"Saya masih bingung kemana harus mencari suami saya,
karena di Polres tidak ada nama suami saya yang
ditahan, kalau dia sembunyi yang segera pulang karena
dua anak saya kebingungan," kata seorang ibu mengaku
bernama Yoyoh warga Desa Bojong.

Deffan Purnama-Tempo






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: