Kasubdin Bina Sosial Bantah Terima Potongan Dana Stimulan

Senin, 29 November 2004 | 19:30 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:
Kepala Sub Dinas Bina sosial pada Dinas Sosial Kabupaten Tangerang Umarry menyatakan tidak ada pemotongan dana dari Rp 3,3 milyar yang dikucurkan untuk kemakmuran tempat ibadah oleh Dinas Sosial. "Insyaallah, tidak ada pemotongan dana itu," kata Umarry ditemui TEMPO Senin (29/11).

Namun demikian, Umarry tidak bersedia menjelaskan prosedur pengucuran dana stimulan itu secara gamblang. "Maaf itu bukan kewenangan saya, meski
saya paling tahu dalam perkara ini. Karena harus
ijin pimpinan," kata Umarry. Saat itu, Kepala Dinas
Sosial dijabat Wildanul Firdaus saat kasus ini
muncul. Kini Wildanul sudah pindah tugas sebagai
Kepala Dinas Perindustrian.

Umarry juga mengatakan, menyangkut akan ada pemanggilan dari Kejaksaan negeri Tangerang terhadap sejumlah mantan anggota DPRD Kabupaten Tangerang periode 1999-2004 yang tergabung dalam 11 fraksi ia belum mengetahuinya.

Sebelumnya diberitakan TEMPO Kejaksaan Negeri Tangerang dalam waktu dekat ini akan segara melimpahkan berkas acara pemeriksaan (BAP) dugaan penyelewengan dana stimulan yang disinyalir telah merugikan keuangan Pemerintah Kabupaten Tangerang senilai RP 3,3 milyar ke
Pengadilan negeri Tangerang untuk disidangkan.

Pernyataan itu disampaikan Kepala Seksi Pidana Khusus
(Kasie Pidsus), Kejaksaan Negeri Tangerang, Anwarudin
Sulistiono. Ia menyatakan, bahwa berkas perkara kasus
dana stimulan itu sebelumnya sempat dikembalikan ke
penyidik Polres karena kurang lengkap. Dan kini kejaksaan tinggal menunggu pelimpahan tersangka Harun-Al Rasyid dari penyidik Polres.

Informasi yang diperoleh TEMPO, dari 11 fraksi yang
saat itu ada di DPRD Kabupaten Tangerang periode 1999-2004, ditengarai telah menerima dana masing-masing sebesar Rp 300 juta. Informasi lain, bahwa dana yang dicairkan sebelum Pemilu Legislatif 2004 itu, telah dipergunakan untuk kampanye bagi parpol para anggota DPRD Kabupaten Tangerang itu.

Ayu Cipta-Tempo

Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :