Antisipasi Banjir, Ribuan Karung Pasir Disiapkan

Senin, 29 November 2004 | 20:03 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:
Jakarta Utara dengan 13 kali yang bermuara di sana, merupakan daerah langganan banjir. Dalam rangka mengantisipasi kenaikan volume air pada kali-kali yang ada di Jakarta Utara, pihak pemerintah kota lewat Suku Dinas Pekerjaan Umum Tata Air, telah menyiapkan sebanyak 5000 karung pasir. "Itu akan kita gunakan untuk menutup kebocoran pada aliran air," kata HM Sulaeman di kantornya, Senin (29/11).

Selain menyiapkan 5000 karung tersebut, pihaknya juga menyiapkan antara lain empat buah pompa air yang bisa dibawa dan dipindahkan, yang masing-masing berkekuatan 350 liter per detik. Selain itu juga disiapkan satu buah perahu karet. "Di Suku Dinas Tramtib juga disiapkan lebih banyak," ujar Sulaeman.

Selain peralatan teknis tersebut, pihak sudin Tata Air juga menyiagakan posko banjir selama 24 jam. Dalam setiap gilirannya akan ada 4 orang yang berjaga dan memantau setiap perkembangan kenaikan volume air pada pintu-pintu air yang ada di wilayah Jakarta Utara.

Selain posko dari suku dinas tata air, pihak pemerintah walikotamadya Jakarta Utara juga menyediakan posko darurat yang merupakan gabungan berbagai instansi. Diantaranya bidang kesejahteraan masyarakat, trantib, pemadam kebakaran, kebersihan, kesehatan, dan lainnya. Posko ini menyediakan nomor telepon yang bisa dihubungi warga dalam 24 jam berkaitan dengan banjir, yaitu nomor 4357395 dan 4301124 dengan ekstensi 5222.

Selain persiapan prabencana banjir, pihak Pemkot juga telah menyiapkan rencana pasca banjir. Rencana ini mencakup evakuasi korban, penyediaan penampungan, pembuatan dapur umum, penyediaan pos pelayanan kesehatan dan pengobatan gratis, perawatan di rumah sakit, menerima bantuan obat-obatan dari pihak lain, pembersihan lokasi banjir, dan perbaikan sarana prasarana umum.

Sementara itu, berdasarkan pantauan TNR di posko banjir, hari ini tidak ada kenaikan ketinggian air yang signifikan. Ketinggian air kali Sunter, yang tercatat pada pintu air Pulo Gadung, pada pukul 13.00 WIB mencatat ketinggian 530 cm di atas permukaan laut. Angka tersebut, kata Sulaeman, masih berada di bawah titik siaga.

Berdasarkan pantauan posko banjir Suku Dinas Tata Air terhadap beberapa kali lainnya yang ada yang di Jakarta Utara masih dalam keadaan stabil. Cengkareng Drain, yang merupakan gabungan kali Mookervaart, Angke, dan Pesanggrahan, menurut Sulaeman, masih dalam kondisi aman.

Sementara pada Kali Angke, kata Sulaeman, keadaannya lebih terkendali. "Dulu sempit, sekarang lebarnya sudah mencapi 45 meter," ujarnya. Untuk Kali Ciliwung airnya ditampung di waduk Pluit sehingga belum mengkhawatirkan.

Sulaeman juga menambahkan bahwa hari ini, terdapat genangan di beberapa tempat di Jakarta Utara, yaitu di jalan Gunung Sahari, jalan RE Martadinata, rumah susun Sindang di Koja dan jalan S Deli. Tetapi, tambah Sulaeman, genangan tersebut karena air laut yang pasang, bukan karena meluapnya air sungai. Ketinggian air laut yang tercatat pada hari ini adalah 172 cm. "Ketiinggian maksimalnya 196 centimeter," kata Sulaeman. (tito sianipar-TNR)






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: