Tangerang Siaga Banjir

Selasa, 30 November 2004 | 17:00 WIB

TEMPO Interaktif, Tangerang:Bupati Tangerang Ismet Iskandar memerintahkan sejumlah dinas terkait untuk siaga dan waspada dalam menghadapi kemungkinan terjadinya banjir pada musim hujan saat ini, terutama di enam kecamatan titik banjir.

Menurut Ismet, ada enam kecamatan di wilayah Pantura
Tangerang yang dikhawatirkan rawan banjir selama ini langganan banjir. Dia menyebutkan enam kecamatan itu meliputi Pakuhaji, Mauk, Kresek, Kemiri, Sepatan dan Kosambi.

"Pemerintah Kabupaten Tangerang menyatakan siaga satu menghadapi datangnya banjir, terutama beberapa kecamatan di pantai utara (Pantura)," ujarnya, Selasa, 30/11. Selain itu, Ismet, juga memerintahkan aparatnya harus siaga dan mewaspadai datangnya bencana banjir karena musim hujan sudah mulai. Masalah ini, kata dia, tidak boleh dianggap sepele, semua jajaran terkait perlu mengantisipasinya.

Diingatkan, bencana banjir biasanya muncul ketika air Kali Cisadane dan beberapa anak sungainya meluap. Air bah bukan saja menggenangi permukiman, tetapi juga merendam persawahan, seperti yang sering terjadi di Kecamatan Pakuhaji. Pada saat musim penghujan biasa areal pesawahan di beberapa kecamatan tersebut sudah ditanami dengan padi dengan ketinggaian batang lebih dari 50 cm.

Menurut Ismet, ketika musim hujan akhir tahun 2003, sawah penduduk di Kecamatan Pakuhaji yang siap panen tidak dapat dinikmati para petani karena dihantam air bah dari Cisadane. Guna mengantispasi masalah tahunan itu pihak Satuan Koordinasi Pelaksana (Satkorlak) Penanggulangan Bencana dan Pengungsian (PBP) Kabupaten Tangerang diharapkan tidak berpangku tangan. Dalam kondisi cuaca buruk disertai hujan deras secepatnya dilakukan upaya pemantauan lebih intensif ke daerah-daerah rawan bencana."Puluhan perahu karet sudah disiapkan untuk menghadapi banjir tahun ini," lanjutnya.

Bupati menegaskan, Dinas Sosial dan Dinas Ketertiban dan
Ketentraman (Trantib) yang terkait dalam penanganan bencana alam, turut siaga. Juga para camat semestinya mengambil langkah cepat setiap saat datang banjir di wilayahnya dengan menyiapkan kebutuhan, termasuk makanan siap saji dan tenda darurat, yang diperlukan warga. "Bila perlu, Dinas Sosial bekerjasama kantor kecamatan mendirikan dapur umum berikut kebutuhan yang diperlukan masyarakat," katanya.

Berdasarkan data dari Dinas Sosial Kabupaten Tangerang
tahun 2002, akibat banjir terbesar yang terjadi pada tahun itu telah terjadi kerusakan sarana dan prasarana
seperti, saranajalan 80 persen, Sarana pendidikan
SD/MI sebanyak 106 unit, SLTP/Mts sebanyak enam unit,
sedangkan kondisi kerusakan tambak udang dan kolam ikan
704,7 Ha pada 18 desa di sembilan kecamatan di wilayah Pantura.

Sedangkan kerusakan area pertanian seluas 4.6664 Ha, pada 86 Desa di 17 Kecamatan yang juga sebagain besar berada di Pantura Tangerang. Sementara untuk kondisi kerusakan rumah penduduk hancur 33 buah, terendam 12.837buah, rusak total 1.808 rumah, dan sarana keagamaan seperti masjid dan musholla sebanyak 68 buah.

Tercatat ada 27 titik rawan banjir di Kabupaten Tangerang, sebagian besar berada di wilayah Pantura. Secara alami penyebab banjir di Tangerang setiap tahunnya berasal dari luapan air sungai dan hujan pada derah-daerah rendah sedangkan sarana pendukung pengurangan air berupa daerah resapan maupun saluran drainase belum berfungsi.

Sementara itu, hujan deras terjadi di Tangerang kemarin
(selasa 30/11) mengakibatkan jalan-jalan raya dipenuhi
genangan air. Genangan air setinggi 30-50 Cm ini terjadi
di beberapa ruas jalan utama di Tangerang yang menyebabkan kemacetan lalu lintas. Pantauan Tempo, air
menggenangi ruas Jalan Merdeka Tangerang tepatnya di depan Perumahan Taman Cibodas. Luapan air berasal dari Selokan dan sungai yang berada di bawah jembatan itu, sehingga air meluap kejalan dengan ketinggian 50 CM.

Akibatnya lalu lintas dua jalur menuju Cimone Balaraja-Balaraja Cimone macet total. Hal yang sama juga
terjadi di Jalan Kisamaun Kota Tanggerang tepatnya di
depan Gedung Olah Raga Kota Tangerang (GOR). Ketinggian
air yang memenuhi jalan setinggi 50 Cm juga membuat
antrian panjang kendaraan yang akan melaju.

Joniansyah-Tempo






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: