Butuh Rp 10 Miliar Perbaiki Pintu Bendung Kali Bekasi
Rabu, 01 Desember 2004 | 17:37 WIB
TEMPO Interaktif, Bekasi:Proyek perbaikan pintu air bendung Kali Bekasi senilai Rp 10 miliar dikerjakan. Pintu air yang macet nyaris ambles itu dilakukan untuk mengantisipasi meningkatnya volume air dari hulu. Sebab, bila air meningkat pintu dipastikan jebol dan membanjiri beberapa kecamatan di Kota dan Kabupaten Bekasi.
Proyek yang dibiayai pemerintah pusat melalui dana anggaran biaya tambahan (ABT) ini dilaksanakan Proyek Penyediaan Air Baku Citarum. Satu pintu dari tiga buah pintu air yang ada di bendungan itu, kata Asisten Teknik Proyek Penyediaan Air Baku Citarum, Ir. Subady kepada Tempo Rabu (1/12) sudah keropos.
"Perbaikan ini untuk antisipasi supaya tidak bocor dan jebol karena air sehingga banjir," kata dia. Kondisi pintu air nomor dua di bendung air yang juga membagi air untuk kepentingan air minum warga DKI Jakarta itu saat ini macet sehingga ketika air bah datang, pintu tidak dapat dioperasikan.
"Kalau sudah begitu, bisa jebol dan musibah tahun 2002 lalu yang membanjiri banyak perumahan, sawah dan beberapa kecamatan akan terjadi lagi," kata dia. Dijelaskan, rel di pintu bawah rusak sehingga tidak bisa dibuka tutup lagi. Pintu atas juga macet. Pintu bendung terdiri pintu atas dan bawah.
Selain perbaikan besar-besaran pada pintu yang usianya lebih dari delapan tahun itu, proyek perbaikan pintu juga dilakukan di Bendung Nowo, saluran buatan untuk pengairan sawah yang menuju Kecamatan Babelan. "Pintu bendung itu juga rusak total, kita sedang perbaiki juga," kata dia.
Subady menolak dikatakan tidak dapat memelihara peralatan sehingga keropos. Alasannya, untuk perbaikan selalu dibutuhkan dana. Sementara, pemerintah pusat belum memprioritaskan perbaikan bendung Bekasi. "Pusat menggunakan skala prioritas untuk bantuan," kata dia.
Selain memperbaiki pintu macet, dana miliaran rupiah itu digunakan untuk mengganti seluruh sistem buka tutup pintu air. Kini, di bendung itu dibangun pula sistem panel tombol listrik otomatis. "Kita juga membeli mesin jenset untuk tenaga. Jadi, ada sistem manual dan listrik," katanya.
Proyek itu dipastikan bakal selesai pada Desember 2004 mendatang. Pengerjaannya sendiri sudah dimulai sejak awal September lalu. Dasarnya pada banjir 2002 lalu yang puncaknya terjadi pada Januari dan Pebruari. "Kami harapkan sebelum itu jangan banjir dulu sehingga proyek itu selesai dan berfungsi optimal," tuturnya.
Dalam waktu dekat pintu nomor satu yang kini mulai keropos karena usia dan diduga terkait dengan kurangnya perawatan petugas lapangan juga akan segera diperbaiki. "Nanti pintu satu juga akan diperbaiki. Penelitian, pintu satu juga masih bisa bertahan 2-3 tahun lagi," ujar Subady.
Pada 2003 lalu, pintu III bendungan Kali Bekasi itu juga diperbaiki. Saat itu pintu itu juga rusak setelah musibah banjir besar 2002. Adapun dana untuk perbaikan itu mencapai Rp 1,5 miliar. Kerusakan pintu terjadi saat banjir tiba mengakibatkan banyak perumahan yang ada di Bekasi bagian selatan tergenang air hingga setengah meter.
Saat itu, limpahan air dari bendung kali Bekasi itu menggenangi perumahan seperti Pondok Gede Permai, Jatiasih, Kemang Ify dan di Pekayon. Pintu sementara salah satu dari tiga pintu bendungan yang ada di Kali Bekasi, mengalami kerusakan akibat hempasan debit air yang sangat kuat, sekitar 400 m3/detik.
Saat ini, pintu II bendung berukuran lebar sekitar sembilan meter dan tinggi 18 meter juga macet total dan sedang dalam perbaikan dengan mengejar target sebelum Januari. Kata Subady, bendung Bekasi merupakan pertemuan arus air kali Cikeas dan Cileungsi, yang berasal dari Bogor.
Air yang ada dibengungan itu, kemudian dibagi, untuk kepentingan air minum jutaan warga DKI Jakarta. Selain itu, pembagian air lagi, untuk warga Bekasi sendiri untuk mengaliri area persawahan di kawasan Bekasi Bagian Selatan. Bendung Bekasi memiliki tiga buah pintu.
Siswanto-Tempo





