Sungai Citarum Rusak Berat, 8 Titik Rawan Jebol
Kamis, 02 Desember 2004 | 09:49 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Sungai Citarum yang membentang dari Kabupaten Purwakarta, Karawang, dan Bekasi, pada musim penghujan ini dalam kondisi rusak. Pada tiga kecamatan yang bersentuhan dengan Kabupaten Bekasi saja, sedikitnya terdapat delapan titik memprihatinkan dan rawan jebol. Meski rusak berat, "Perbaikan tanggul belum dapat dilakukan karena pemerintah pusat belum memprioritaskannya," kata Asisten Teknik Proyek Penyediaan Air Baku Citarum Pengawasan Wilayah Sungai Citarum, Subady, kepada Tempo, Kamis (2/12) pagi.
Kondisi kerusakan berat pada delapan titik tanggul yang dibangun pada tahun 1970 itu baru diketahui lagi setelah pihak Proyek Pengawasan Wilayah Sungai Citarum dibawah Departemen Pekerjaan Umum melakukan pendataan dan survei lapangan menjelang musim hujan tahun ini. Bila kondisi tersebut dibiarkan, "Ribuan hektare sawah di tiga kecamatan dipastikan terterhempas banjir," kata Subady.
Menurut Subady, sebenarnya kualitas tanah tanggul Citarum sudah tidak memenuhi syarat. Sebab, kualitas tanah itu makin lama makin menurun. K"arena kena air atau dari segi alam, belum lagi dari segi manusia yang merusaknya," ujar Subady.
Survei lapangan yang dilakukan itu untuk melihat kondisi tanggul sungai Citarum yang memiliki panjang sekitar 60 kilometer (sisi kiri 30 kilometer dan sisi kana 30 kilometer).
Dilakukannya juga untuk mengantisipasi datangnya hantaman hujan. "Masalah utama di Sungai Citarum selama ini adalah soal banjir," kata dia. Setiap kali musim hujan, sungai Citarum yang mengalir dari Kabupaten Karawang ke Kabupaten Bekasi, melintasi Kecamatan Pabayuran, Kecamatan Cabangbungin dan Kecamatan Muaragembong. Wilayah ini dikenal sering meluap dan menimbulkan banjir besar. Airnya pun terperangkap di ribuan hektare sawah dan merendam ribuan rumah warga.
Dari pendataan itu, wilayah yang amat rawan jebol terjadi di sepanjang kawasan jalan raya Cikarang sampai di Kecamatan Muaragembong. Sebenarnya, ada 14 titik yang rawan jebol. Enam titik lainnya saat ini sudah selesai diperbaiki. Di wilayah Bekasi meliputi Desa Karang Harja 2, Desa Babakan Rengas, Desa Pacing Leo. Di Kabupaten Karawang meliputi Desa Karya Sari, Desa Medang Asem, Desa Tangkil, Desa Teluk Bunder.
Awal 2004 lalu, pusat memberi bantuan dana Rp 10 milyar untuk memperbaiki keenam titik yang nyaris jebol setelah musim penghujan. "Sampai saat ini yang baru ditangani itu baru enam lokasi. Kanan tiga kiri, tiga kanan. Antara Karawang sampai Muaragembong, Bekasi. Ada di Kecamatan Cabangbungin, Pebayuran, Muaragembong," ujar dia.
Pemerintah pusat meminta pihak pemerintah daerah berkoordinasi dengan lurah semuanya untuk waspada terhadap berulangnya musibah banjir bandang. Hasil pendataan itupun kemudian diterima para camat dan lurah sehingga memberitahukan ke warga masing-masing untuk lebih hati-hati.
Siswanto-Tempo





