Sopir Taksi Dirampok Penumpang
Jum'at, 03 Desember 2004 | 08:58 WIB
TEMPO Interaktif, Bekasi: Sopir taksi, PT Taksiku nopol B 1850 IU dan nomor taksi C150, bernama Dody, 26 tahun, menjadi korban perampokan yang dilakukan tiga orang penumpang taksi tersebut. Perampokan terjadi di perjalanan di sekitar Jalan Raya Bekasi ke arah Cibitung, Kabupaten Bekasi, Jumat (3/12) sekitar pukul 03.00 WIB.
Dody selamat dari pembunuhan dan sekarang dirawat di ruang Cempaka RSUD Bekasi. Dari penyidikan polisi, pelaku sempat menganiaya korban hingga babak-belur. Hasil pemeriksaan RSUD, korban menderita memar di bagian dalam sehingga hidung terus mengeluarkan darah dan bagian dada juga memar. Setelah itu, pelaku menyikat uang setoran taksi Rp 300 ribu.
Sebelumnya, para pelaku menyetop taksi di sekitar pintu tol Bekasi Barat, tepatnya di depan pusat belanja Giant. Kemudian, pelaku naik taksi Taksiku itu dan minta korban yang tinggal di Kampung Melayu diantar ke wilayah Cibitung. Perjalanan ke Cibitung melewati tol Jakarta - Cikampek dan keluar di pintu tol Cibitung.
Tak lama kemudian, ketiga pelaku minta berhenti. Menurut rekan korban yang juga sopir taksi Taksiku, Zulkadri, yang sempat mendengar kisah korban, para pelaku tidak mau membayar ongkos sesuai argo taksi. "Pelaku katanya hanya mau membayar Rp. 10 ribu, mereka tidak mau bayar seperti ditulis di argo," kata Zulkadri.
Namun, korban tetap bertahan dan mengacu kepada harga sesuai argo taksi. "Katanya mereka sempat cekcok dulu," kata Zulkardi yang ditemani sejumlah rekan sopir taksi lain di RSUD Kota Bekasi. Para sopir taksi menduga, soal ongkos itu hanya kedok untuk mencari masalah, intinya pelaku memang berniat merampok sopir.
Pelaku memukuli sopir taksi yang berkantor di Jalan Raya Bekasi nomor 23, Cakung, Jakarta Timur itu di taksi.
Setelah itu, pelaku merampas uang setoran Rp 300 ribu dan langsung kabur. Pelaku langsung menghilang.
Tidak lama setelah pelaku kabur, Dody memutar balik taksi warna kuning itu ke arah Bekasi. Diduga, saat itu Dody melapor ke Polres Metro Bekasi karena tidak tahu lokasi kantor Kepolisian Sektor Cibitung yang berada di dekat lokasi perampokan.
Namun, korban tidak kuat di tengah jalan. Korban ditemukan petugas polisi yang sedang patroli di Jalan Hasibuan sekitar pukul 04.30 WIB. Mobil ditemukan terparkir di pinggir jalan, dekat lokasi Bendung Kali Bekasi, 500 meter daeri Polres Bekasi. Saat ditemukan, korban pingsan. Petugas kemudian membawanya ke RSUD untuk diperiksa.
Saat ini, korban masih lemas di ruang Kencana. Sekitar pukul 06.00 WIB, wartawan yang hendak meminta komentar soal kasus perampokan itu belum bisa dijawab, karena Dody hanya diam saja dan menatap kosong. Dokter jaga menyarankan supaya wartawan memberi kesempatan ke korban untuk beristirahat.
Siswanto - Tempo
Topik :






Komentar Anda :