Wali Kota Tangerang Nyatakan Perang Terhadap Preman

Senin, 06 Desember 2004 | 18:41 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Wali Kota Tangerang, Wahidin Halim, secara tegas akan menindak preman yang masih bercokol di Kota Tangerang. Penindakan itu dilakukan menyusul aksi anarkis yang dilakukan seorang preman Pasar Anyar yang membacok kaki Kepala bagian Tata Usaha Dinas Trantib, Sabar Situmorang, beberapa waktu lalu.

"Kita akan berantas mereka sampai akar-akarnya, serta tidak ada tempat untuk premanisme di Kota Tangerang,
karena mereka hanya mendahulukan kepentingan pribadi atau kelompoknya saja. Kita akan perangi preman", kata Wahdin di hadapan seluruh pegawai Kota Tangerang, Senin (6/12).

Wali kota menjelaskan, perang terhadap preman itu juga akan dilakukan dalam rangka mewujudkan operasi administrasi kependudukan Kota Tangerang yang secara resmi Senin kemarin dicanangkan. Wahidin mengatakan kondisi Kota Tangerang saat ini tergolong padat penduduk. Dengan jumlah penduduk hampir mencapai 1,5 juta jiwa. Maka tingkat
urbanisasi dan kepadatannya juga sangat tinggi.

Tingginya pendatang ini dikhawatirkan Wahidin akan menciptakan pengangguran-pengangguran baru yang pada akhirnya memunculkan daerah-daerah rawan kejahatan serta memperbanyak orang-orang yang mengaku dirinya "preman-preman" di tempat-tempat tersebut.

Sabar dibacok preman pada Senin (29/11) saat ia melakukan sweeping untuk membersihakan kawasan Pasar Anyar dari PKL dan becak dalam rangka menegakkan kawasan K3. Menilik kronologis dari peristiwa itu memang ada dugaan balas dendam terhadap petugas yang dilakukan sekelompok preman yang mangkal di Pasar Anyar.

Informasi yang diperoleh TEMPO dari seorang warga asal Ambon lainnya menyebutkan bahwa motif pembacokan
itu adalah balas dendam. "Pelakunya Lutfi. Ia tersinggung, saat Munir (petugas Trantib) menyetop becak yang ditumpanginya. Karena tindakannya kasar teman saya yang jadi pengawal bos di Jakarta itu marah lalu melakukan tindakan itu. Tapi itu baru peringatan," kata seorang kawan Lutfi yang enggan dikutip namanya.

Sebelumnya Kepala Polres metro Tangerang, Komisaris Besar Polisi I Ktut Untung Yoga yang dihubungi TEMPO secara terpisah menyatakan pihaknya akan menangkap pelaku pembacokan. "Kami sudah turunkan anggota untuk menangkap pelaku. Itu merupakan tindak kriminal," kata Untung Yoga. Namu sampai Senin ini, poisi belum berhasil menangkap pelaku pembacokan terhadap Sabar.

Ayu Cipta-Tempo

TOPIK






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: