Musim Hujan Datang, Harga Sayur Pun Melambung Tinggi

Selasa, 07 Desember 2004 | 13:26 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Harga sayur mayur di Pasarmayestik melonjak drastis. Kenaikan mencapai sekitar 50 persen dari harga biasanya. Kenaikkan itu melampau kenaikkan harga saat lebaran lalu. Tomat yang saat Idul Fitri seharga Rp 4.000 perkilo sekarang dipatok dalam kiasan seharga Rp 5.000-Rp 6.000. Bawang merah dari Rp 7.000 perkilo menjadi Rp 9.000 perkilo. Sedangkan cabai merah melonjak hingga mencapai kisaran Rp 15 ribu perkilogram dari harga sebelumnya yang hanya Rp 9.000. Kenaikan tertinggi terjadi pada komoditas jahe yang menonjak mencapai Rp 25 ribu perkilogram dari kisaran Rp 4.000 pada lebaran lalu. .

Sejumlah pedagang sayur di pasar itu menuturkan bahwa kenaikkan itu disebabkan berkurangnya pasokan sayur dari Pasar Induk Kramat jati. Pasokan itu menurun karena hujan yang terus-terus menguyur sejumlah wilayah di Indoensia akhir-akhir ini. Hujan mempercepat busuknya sayur dan menganggu jalur transpportasi pengakutan sayur. "Masuk musim penghujan, pasokan kurang. Kalau pun ada harganya mahal," ujar Parimen, 44 tahun, salah seorang pedagang sayur di pasar tersebut, Selasa (7/12).

Parimen yang sudah 20 tahun berjaualan sayur di Mayestik menuturkan bahwa berkurangnya pasokan sayur menyebabkan persaingan antara pedagang untuk mendapatkan pasokan sayur kian sengit. Untuk mendapatkan pasokan sayur, Parimen terpaksa mencari hingga ke Cipanas dan Lembang, Jawa Barat.


Senada dengannya, Ahmad Rifai, 33 tahun, pedagang sayur lain menuding datangnya musim penghujan sebagai pangkal kenaikan harga. "Kenaikannya lebih tinggi daripada saat lebaran kemarin,' ujar pria yang sudah 13 tahun berdagang sayuran di pasar tersebut.

Namun menurut para pedagang itu, kenaikkan itu tidak berpengaruh terhadap pembeli. "Pembelian tetap normal, mereka seperti maklum dengan keadaan," ujarnya Omo, 42 tahun, pedagang sayur lainnya.



(rinaldi dorasman-tnr)






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: