Wali Kota Jakarta Pusat Minta Camat dan Sudin Perhubungan Atasi PKL

Rabu, 08 Desember 2004 | 22:05 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Dalam rangka menata kawasan Kramat-Salemba Jakarta Pusat, Walikota Jakarta Pusat, Muhayat akan mengerahkan camat diwilayah itu untuk menertibkan Pedagang Kaki Lima (PKL). Dia juga akan berkoordinasi dengan dinas perhubungan dalam menertibkan tukang-tukang cat/bengkel yang ada di kawasan itu.

?Saya sudah minta camat agar secara terus menerus melakukan teguran kepada mereka (PKL) tiap hari, ?kata Muhayat seusai bertemu dengan gubernur di Balikota DKI Jakarta, Rabu (8/12). Muhayat menyatakan, saat ini yang selalu menjadi masalah dalam menertibkan PKL adalah adanya benturan fisik dari oknum-oknum yang selalu mengatasnamakan mahasiswa.

Mengatasi itu, kata Muhayat, pihaknya juga telah melakukan koordinasi dengan pihak kampus-kampus terkait (UI, YAI, UKI). ?Kemarin kita sudah bicara dengan rektorat, dan mereka bersedia membicarakan secara internal. Besok kami ada pertemuan tahap kedua untuk membahas lebih lanjut, ?kata Muhayat.

Mengenai banyaknya tukang-tukang cat, las, Muhayat menyatakn sudah melakukan koordinasi dengan suku dinas (sudin) perhubungan setempat. ?Untuk masalah itu saya sudah minta dinas perhubungan yang mengatasi, karena urusannya dengan mobil derek. Kalau ada tinggal dinagkut saja, ?katanya.

Muhayat mengakui, untuk menertibkan PKL di akwasan itu memang tidak mudah. Alasannya, diperlukannya sarana dan perlengkapan yang lengkap, seperti mobil patroli. Serta menjaga agar tidak terjadi benturan fisik pada saat penertiban. ?Jadi sekarang ini bukan hanya ketertiban kaki lima saja, tapi juga meluas pada ketertiban dan keamanan lingkungan, ?katanya.

Namun demikian, pihaknya tetap akan mentargetkan pembangunan pedestrian di kawasan Kramat-Salemba tetap akan selesai pada akhir 2004 ini. Seperti diketahui, kawasan Kramat-Salemba merupakan salah satu kawasan yang akan dijadikan proyek percontohan pedestrian. Hinga sat ini proyek itu masih tersendat karena banyaknya PKL yang masih mengelar dagangannya disana.

Suryani Ika Sari-Tempo






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: