Forum Kades Minta Jabatan Selama 10 Tahun

Kamis, 09 Desember 2004 | 12:03 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Forum Kumunikasi Kepala Desa (FKKD) Se-Kabupaten Tangerang meminta agar masa jabatan kepala desa dari lima tahun diperpanjang menjadi sepuluh tahun. Menurut mereka, masa lima tahun terlalu singkat bagi seorang pemimpin di tingkat desa dan menjadi ujung tombak pemerintahan tingkat bawah. "Jerih payah kami membangun desa belum terlihat dalam lima tahun, kalau 10 tahun hasilnya sudah nampak." kata Jayusman, Ketua FKKD, Rabu (12/8).

Kesepakatan tersebut, menurut Jayusman, telah dilayangkan ke komisi A DPRD dan Bupati Tangerang pada tanggal 28 Oktober lalu. "Sampai kini aspirasi kami belum mendapat jawaban, kami akan melayangkan surat berikutnya besok (kamis 9/12)," ujar Kades Selembaran Jaya, Kecamatan Kosambi ini.

Menurut para Kades ini, DPRD dan Pemerintah Kabupaten
Tangerang harus mendengar aspirasi mereka ini, mereka juga mengancam akan melakukan class action jika
sampai seminggu tidak ada jawaban. "Kami menganggap DPRD
dan Bupati setuju jika tidak ada jawaban," katanya.

Menurut Jayusman, selama ini setelah pensiun menjabat
Kades, para mantan kades banyak yang kembali ke profesi
semula menjadi petani, tukang bengkel dan sebagainya.
Mereka, lanjut dia, tidak pernah mendapatkan perhatian dan penghargaan dari pemerintah sebagai pelaksana serta ujung tombak pemerintahan di tingkat bawah.

"Jika, kami diberi kesempatan untuk memipin desa selama
10 tahun, Kami akan menghilangkan citra Kades kalau sudah pensiun jadi kades tidak ada artinya lagi dimata
masyarakat," kata Kades Sepatan, kecamatan Sepatan, Ahmad Anshori. Menurutnya waktu lima tahun membuat mereka tidak bisa berdedikasi tinggi terhadap pembangunan desa.

Jayusman juga mengatakan, dia akan mengerahkan anggotanya di setiap wilayah yang masing-masing diwakili dua orang, agar serius memperjuangkan aspirasi ini, "Kami ingin memperlihatkan kepada pemerintah, setelah ,menjabat Kades banyak yang kembali menjadi petani, tukang bengkel dan sebagainya."

Kades Rawa Burung, Kecamatan Kosambi, Ruhyat, mengaku
perhatian pemerintah terhadap Kades sangat kecil. Ruhyat
membandingkan kehidupan Kades di daerah lain seperti
Tangerang, Rangkas Bitung dan Bogor. " Kami tidak ada
apa-apanyanya jika dibandingkan dengan mereka pertriwulan kami hanya mendapat Rp 600 ribu itupun hanya diterima Rp 400 ribu," katanya.

Joniansyah-Tempo






Komentar Anda

Kirim