Tengerang Jaring Investor untuk Membangun Rumah Sakit
Selasa, 14 Desember 2004 | 17:55 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah (BKPMD) Kabupaten Tangerang, Adjie Bantjono, mengatakan untuk menunjang program visi menuju Indonesia Sehat 2010 tersebut, Kabupaten Tangerang membutuhkan keterlibatan
swasta dalam pengembangan rumah sakit. Dalam kaitan itu, kata Adjie, pemkab setempat memberikan peluang kerjasama berorientasi profit kepada investor untuk membangun rumah sakit tipe C di beberapa wilayah kecamatan.
Menurut Adjie, wilayah yang dianggap sangat layak bagi pembangunan rumah sakit terutama di Kecamatan Cikupa, Pasar Kemis, Balaraja dan Tigaraksa. Dari segi jangkauan transportasi, keempat kecamatan itu terlalui akses jalan tol sehingga memberikan kemudahan bagi pengguna jasa layanan kesehatan maupun pengelola.
Adjie menilai, pelayanan kesehatan tidak lagi sekedar mengemban misi social, melainkan sudah menjadi moto penggerak ekonomi sektor ril di bidang jasa. Apalagi, kata dia, wilayahnya kini memiliki jumlah penduduk sekitar 3,2 juta jiwa yang harus diimbangi dengan penyediaan sarana kesehatan yang memadai. "Potensi pasar yang demikian besar, tentu merupakan kesempatan bagi swasta untuk ikut ambil bagian dalam pembangunan sarana kesehatan,"ujarnya.
Disebutkan, berdasarkan data 2001 saat jumlah penduduk 2,8 juta, Kabupaten Tangerang hanya memiliki sarana kesehatan berupa 7 rumah sakit, 5 puskemas dengan fasilitas rawat inap ditambah 35 puskesmas tanpat rawat inap. Pada tahun 2004 ini, jumlah penduduk telah mencapai sekitar 3,5 juta jiwa, dan Kabupaten Tangerang memiliki 10 rumah sakit.
Namun, lokasi rumah sakit ini belum bisa menyentuh seluruh masyarakat Kabupaten Tangerang yang tersebar di 26
Kecamatan dan 328 desa.
Karena rumah sakit yang ada saat ini, hanya terkonsentrasi di wilayah Selatan seperti, Ciputat, Serpong, Pamulang, Pondok Aren dan wilayah Barat seperti Curug dan Karawaci. Menurutnya, jumlah tempat perawatan medis tersebut masih jauh dari kebutuhan, bahkan jika melihat tempat tidur bagi rawat inap saja, masih kekurangan sekitar 90,04
persen lagi.
Joniansyah





