Ibu Hamil Bakar Diri Bersama Dua Anaknya

Rabu, 15 Desember 2004 | 18:29 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Malam masih dingin. Ketika semua orang masih terlelap tidur, seorang ibu rumah tangga, Sukaesih (30 tahun) membakar dirinya sendiri bersama kedua orang anaknya. Kejadian itu terjadi pada Rabu (15/12) sekitar pukul 03.15 WIB di rumah kontrakan milik korban, Jalan Lagoa Terusan gang 3 C2, Koja, Jakarta Utara.

Salah seorang saksi yang juga pemilik kontrakan, Hasan, menuturkan bahwa dia mendengar suara rintihan salah seorang anak korban yang bernama Gilang (7 tahun). "Sakit, sakit," ujar Hasan meniru suara itu. Mendengar suara itu, Hasan yang tingal di belakang kontrakan Sukaesih, langsung mendatangi lokasi. Mereka menemukan asap sudah membumbung di atas atap rumah.

Bersama beberapa orang pemuda yang memang sedang berada tidak jauh dari lokasi, Hasan mendobrak pintu rumah itu. Ketika itu juga, mereka menemukan tubuh Gilang yang sedang terbakar. "Sepertinya dia berusaha kabur," kata Hasan. Dengan cara menyelimuti Gilang dengan kain seadanya, api berhasil dipadamkan.

Keadaan lebih menggenaskan ditemukan di dalam kamar tidur korban. Sukaesih ditemukan dalam kondisi berpelukan dengan anak keduanya, Galuh (4 tahun). Sekujur badan mereka sudah gosong dan melepuh akibat api. Sukaesih yang masih hidup kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Koja. Sementara Galuh yang tewas dan Gilang yang mengalami luka bakar sekitar 80 persen dilarikan ke RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta Pusat.

Sukaesih yang diketahui tengah mengandung anak ketiganya dan memasuki kehamilan bulan ke-5, akhirnya tidak bisa diselamatkan. Satu-satunya yang masih bertahan adalah Gilang, yang hingga berita ini diturunkan masih dalam kondisi kritis. Sementara suami korban, Mahfud yang bekerja sebagai supir truk kontainer, tidak berada di rumah ketika kejadian.

Menurut keterangan warga sekitar lokasi, korban diketahui tidak pernah terlibat dalam pertengakaran dalam keluarga. Menurut Hasan, dalam beberapa bulan terakhir, korban memang sedang terlilit hutang. "Hutang itu digunakan untuk biaya berobat Galuh, yang serig keluar masuk rumah sakit." ujar Hasan.

Sepertinya kesulitan ekonomilah yang mendorong ibu rumah tangga asal Cirebon itu memutuskan untuk mengakhiri hidupnya. Kasus ini kemudian ditangani Polsek Koja, Jakarta Utara.

Tito Sianipar-Tempo

TOPIK






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: