Polisi Tak Boleh Cuti Selama Pengamanan Natal Dan Tahun Baru
Rabu, 15 Desember 2004 | 22:19 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Kepolisian Resort Jakarta Selatan akan bersiaga penuh melakukan pengamanan sepanjang perayaan Natal dan Tahun Baru mendatang. Selama masa itu, anggota polisi tidak diperbolehkan cuti. "Seluruh anggota tidak akan diperbolehkan cuti selama masa operasi pengamanan nanti," kata Kapolres Jakarta Selatan, Komisaris Besar Polisi Ghufron, di ruang kerjanya (15/12).
Menurutnya, masa operasi dengan sandi Lilin Jaya 2004 berlangsung mulai dari tanggal 15 Desember sampai dengan 2 Januari 2005. Lebih lanjut ia menuturkan akan mengerahkan seluruh kekuatan pasukan yang berada dalam jajarannya untuk mengamankan daerah Jakarta Selatan. "Kami akan turun dengan kekuatan penuh untuk menjamin keamanan daerah," ujarnya lagi.
Menurut keterangannya, saat ini Polres Jakarta Selatan memiliki kekuatan sebesar 2200 personil polisi. Mengenai pola pengamanan yang akan dilakukan, menurut Ghufron, tidak akan jauh berbeda dengan pengamanan pada saat Lebaran lalu. Dimana selain antisipasi terhadap kejahatan konvensional, polisi juga melakukan antisipasi terhadap kejahatan terorisme yang mungkin terjadi.
Alasannya, menurut Ghufron, adanya kesamaan titik-titik yang menjadi lokasi pengamanan. "Hanya karakter masalahnya saja yang berbeda," ujarnya lagi. Salah satu yang membedakan karakter masalah, menurutnya, mengingat pada peringatan Tahun Baru mendatang hampir seluruh lapisan masyarakat akan turut memeriahkan.
Ia menuturkan pola pengamanan yang akan diterapkan melibatkan anggota masyarakat di berbagai titik yang ada. Hal ini menurutnya terkait dengan banyaknya satuan pengamanan yang berasal dari anggota masyarakat sendiri di berbagai lokasi seperti pemukiman, pusat hiburan maupun mall. "Jadi kami hanya lebih mengintensifkan saja dengan mendampingi masyarakat," ujarnya.
Untuk hal tersebut, dirinya mengaku telah melakukan berbagai pembicaraan dan koordinasi baik dengan pengurus maupun pemilik berbagai tempat yang disinyalir akan menjadi titik keramaian kegiatan masyarakat. Diantaranya para pengurus gereja, pemilik pusat hiburan, maupun manajemen hotel dan mall yang tersebar di seluruh wilayah Jakarta Selatan. Hal ini dilakukan dengan meminta jadwal acara dan pola pengamanan yang akan dilakukan berbagai tempat pusat kegiatan masyarakat tersebut.
Khusus pengamanan menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru ini, terdapat beberapa titik yang menjadi sasaran operasi pengamanan. Yaitu pusat kegiatan keagamaan, pusat kegiatan keramaian masyarakat dan sentra ekonomi, termasuk hotel dan town square. Selain itu, menurutnya lagi, pengamanan berbagai belahan jalan yang biasa menjadi pusat keramaian kendaraan menjelang perayaan Tahun Baru pun menjadi titik perhatian.
Pengamanan pemukiman pun, menurut Ghufron lagi, tidak luput dari perhatian kepolisian. Pertimbangannya, menurut dia lagi, karena pemukiman yang ditinggal penghuninya seringkali menjadi sasaran kejahatan. Lebih lanjut Ghufron menyatakan bahwa sebenarnya kepolisian sudah cukup terlatih dalam pengamanan event-event besar masyarakat sepanjang tahun 2004. Hal ini menurutnya mengingat padatnya agenda pengamanan yang ada di sepanjang tahun ini, mulai dari pemilihan legislatif sampai pada lebaran yang baru lalu. "Kita banyak belajar dari pengalaman sepanjang tahun ini," ujarnya lagi.
Rinaldi Dorasman-Tempo





