Australia Harus Cabut Tuduhannya Jika Ancaman Bom Tak Terbukti
Jum'at, 17 Desember 2004 | 04:44 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Peringatan pemerintah Australia akan ada ancaman bom di Hotel Hilton Jl. Gatoto Subroto, Jakarta, dinilai memperburuk situasi. Apabila pernyataan itu terus digelindingkan, sektor pariwisata di Indonesia menjadi sulit berkembang.
Rentetannya, target kunjungan wisata bakal tak tercapai. Yang terjadi justru sebaliknya, kondisi pariwisata di Indonesia makin terpuruk. Kepala Dinas Pariwisata DKI Jakarta Aurora Tambunan menyesalkan munculnya peringatan tersebut.
Peringatan perjalanan (travel warning) yang dikeluarkan pemerintah Australia, kata dia, tidak dilengkapi dengan data serta bukti jelas. “Pernyataan ini dikeluarkan sebelum dicek bukti-buktinya. Seolah-olah hanya untuk menjatuhkan industri pariwisata” kata Aurora, Kamis (16/12) malam.
Pada 2005, menurut dia, target wisatawan asing yang datang ke Indonesia sebanyak 6 juta orang dan 1,5 juta orang untuk tujuan ke wilayah DKI Jakarta. Dengan adanya isu keamanan seperti bom secara terus menerus, target tersebut akan sulit tergapai.
Ia lebih lanjut mengatakan, bahwa pemerintah Indonesia dan Australia seharusnya berkoordinasi untuk mencari bukti-bukti yang jelas. Jangan hanya didominasi informasi dari intelijen Australia. Apabila informasi ini terbukti salah, Aurora minta pihak Australia mencabut pernyataannya.
"Selama ini isu ancaman bom selalu diberitakan besar-besaran. Tapi kalau tidak terbukti, tidak diberitakan. Seolah-olah Indonesia itu kacau sekali," katanya.
Aurora juga melihat bahwa dugaan bom ini tidak hanya mengganggu industri pariwisata, tapi Indonesia pada umumnya. “Yang paling terkena imbasnya saya rasa investasi dan perdagangan” katanya.
Nofi Tiana Firman-Tempo News Room





