Pembunuh Pedangdut Ditangkap Polisi
Jum'at, 17 Desember 2004 | 14:06 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Kepolisian Resort Kabupaten Tangerang telah menangkap Syahrudin, 20, pelaku pembunuhan Sayudin warga Kampung Apu RT 09/05, Desa Klebet, Kacametan, Kemiri, Kabupaten Tangerang. Korban tewas mengenaskan dengan tiga tusukan di dada, ketiak kanan dan pinggang kananya, saat berjoget diacara dangdut pernikahan dikampung tersebut sepekan yang lalu.
Kasat Reskrim Kabupaten Tangerang AKP Kustanto mengatakan Syahrudin dibekuk polisi di kediamannya di Kampung Lontar, Desa Lontar Kecamatan Kemiri, Kabupaten Tangerang, Kamis (16/12), Pukul 19.00 WIB. " Posisi korban diketahui atas informasi dari masyarakat," ujar Kustanto, Jum,at (17/12).
Menurut Kustanto, selama ini pelaku tidak pergi kemana-mana atau berusaha melarikan diri ke luar kota. Dia menyembunyikan diri di kampungnya di Desa lontar, "Dia pikir orang tidak mengenali dia sebagai pembunuh,"
katanya.
Kepada petugas, Syahrudin mengaku membunuh korban hanya karena efek dari minuman keras yang terlau banyak,
sehingga mabuk dan hilang kesadaran diri. Menurut Syahrudin, saat dia bersenggolan dengan korban di arena dangdut pada waktu itu, dia khilaf sehingga terjadi peristiwa pembunuhan itu.
Peristiwa pembunuhan ini terjadi pada minggu (05/12) sekitar pukul 23.45 Wib itu, berawal ketika ayah beranak
dua ini, bersama temannya, Sarmita,30 datang ke acara dangdutan pernikahan tetangganya.
Sesampainya di sana, korban dan Sarmita turun ke arena dangdut untuk berjoget. Ditengah kegembiraannya, korban
mengeluarkan beberapa lembaran uang dari koceknya untuk menyawer penyanyi. Selain korban dan seorang temannya itu yang berjoget, ada pula beberapa orang lainnya yang juga bergoyang mendengarkan alunan lagu-lagu dangdut, sehingga suasana lapangan dangut itu menjadi sesak.
Tanpa sengaja, korban yang sedang asik berjoget menyenggol salah seorang pemuda yang sedang mabuk. Saat itu juga
pemuda tersebut marah dan memaki-maki korban. Merasa tidak senang diperlakuan seperti itu, korban melayaninya,
sehingga terjadilah percekcokan mulut diantara mereka.
Melihat kejadian itu, Sarmita, teman korban berusaha melerai, sehingga pertengkaran tidak berlanjut ke
perkelahian. Tidak lama kemudian, pemuda yang tak lain adalah Syahrudin, keluar dari arena dangdut, sehingga
korban dengan perasaan tenang melanjutkan jogetnya.
Namun ketika korban sedang asik bergoyang, pemuda itu bersama seorang temannya datang lagi ke lokasi. Tanpa
banyak bicara, mereka lansung menyerang korban dengan senjata tajam. Akibatnya, korban tewas.
Joniansyah-Tempo





