Mahasiwa UKI Tolak Kenaikan Harga BBM
Senin, 20 Desember 2004 | 12:38 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Keluarga Mahasiwa Universitas Kristen Indonesia menggelar aksi unjuk rasa terhadap kenaikan baha bakar minyak (BBM) di depan kampus UKI Jalan M.T. Haryono, Cawang, Jakarta Timur, Senin (20/12) siang. "Kami nilai program seratus hari Susilo Bambang Yudhoyono gagal dan janji-janjinya hanya iming-iming saja. Senyum manisnya Sang Jenderal terbukti membawa kemelaratan," kata Humas Keluarga Mahasiwa UKI, Jefry Silalahi.
Dalam unjuk rasa yang berlangsung sejak pukul 11.00 itu, mahasiwa membakar ban-ban bekas di tengah ajlan MT. Haryono. Kemacetan lalu lintas mengular sampai ke Cililitan dan jalan tol Jagorawi. Sebuah truk tangki pengangkut BBM sempat dihentikan, namun sesaat kemudian dipersilakan kembali melaju ke arah Tanjung Priok.
Dalam orasinya, mahasiswa meneriakkan yel-yel penolakan kenaikan BBM dan kebobrokan negara. "Kas negara kosong, kenapa BBM yang dinaikkan? Harusnya koruptor ditindak," kata mereka. Kepemimpinan SBY tidak jauh berbeda dengan yang sebelumnya yang tidak berpihak kepada rakyat. "Kenaikan harga BBM akan berdampak pada naiknya harga lain," ujarnya.
Karena itu Keluarga Mahasiwa UKI menyerukan: menolak kenaikan harga BBM, tangkap para koruptor yang uangnya untuk mensubsidi rakyat. Mereka berjanji akan terus menggelar unjuk rasa sampai tuntutan mereka dipenuhi, harga BBM turun.
Agus Supriyanto-Tempo
Topik :






Komentar Anda :