Sindikat Perampok Penumpang Taksi Bandara Digulung
Senin, 20 Desember 2004 | 17:32 WIB
TEMPO Interaktif, Tangerang:Kepolisian Resort Kabupaten Tangerang, Senin 20/12, mengungkap sindikat perampokan di dalam taksi dengan menggunakan kedok sebagai sopir taksi di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang. Polisi berhasil membekuk tiga dari lima anggota sindikat perampokan tersebut pada Kamis (16/12) lalu, sesaat setelah mereka beraksi dengan merampok seorang Warga Negara Asing (WNA) asal Fu Jien RRC.
Petugas kini masih memburu dua anggota sindikat lainnya ;
Jhon Kenedi dan Toto. Satu anggota sindikat tersebut,
Ulfami Suhetra (33) sopir taksi Prestasi, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, digulung petugas di tempat mangkalnya di Terminal D Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang. Begitu juga Asril Bin Mahfud (40) yang serumah dengan Ulfami. Sedangkan Rison Kenedi (29) warga Kampung Banten, Lampung Selatan, ditangkap di Balaraja, Tangerang.
Asril dan kawan-kawan, melakukan aksinya pada (15/12)
lalu, sekitar pukul 21.00 WIB. Lin Jian Feng (32),
seorang WNA asal RRC, pegawai perusahaan asing PT.Hua Sin di Jakarta Utara, baru mendarat di Bandara Soekarno Hatta dari Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam.
Saat itu, Lin Jian Feng naik taksi Prestasi dengan nomor
pintu 4863 bernomor polisi B 1994 LU yang di kemudikan
oleh Asril. Setelah menaiki taksi tersebut, Lin minta diantarkan ke Jakarta Utara. Namun, saat taksi tersebut memasuki pintu tol pertama di Jalan tol Soedyatmo, Cengkareng, mendadak tiga orang pria yang merupakan rekan sang sopir masuk ke dalam taksi tersebut.
Dalam keadaan taksi masih melaju, mereka langsung
mengeluarkan golok dan pisau dan langsung menodongkannya
ke korban. Lin dipaksa untuk menyerahkan harta dan barang-barang yang dibawanya. Setelah puas menguras harta korban senilai 40 juta, mereka kemudian mengikat korban dengan mengunakan dasi milik korban dan menutup mulutnya dengan menggunakan lapban yang sudah disediakan.
Para tersangka kemudian berputar-putar, bahkan sempat
masuk kedalam mal Citra Land untuk mencoba kartu ATM milik korban. Namun kartu tersebut tidak bisa digunakan, karena bank nya adalah bank China. Setelah puas berputar-putar, para tersangka membuang korban dalam keadaan
tangan terikat dengan dasi dan mulut terlakban di Jalan
Tol Serpong-Jakarta, Kamis 16/12 pukul 02.00 WIB.
Korban berhasil ditemukan oleh petugas PJR dan langsung
dibawa ke Mapolsek Serpong, Tangerang.
Saat ditanyai petugas, korban yang tidak bisa berbicara
Bahasa Indonesia itu, hanya mengingat logo taksi itu.
Karena kesulitan pihak kepolisian memanggil penterjemah.
Petugas kemudian langsung membawa korban ke Bandara
Soekarno Hatta. Ditempat itu, petugas kemudian melakukan
pengecekan kepada setiap taksi Prestasi. Dari taksi yang
sedang digunakan Ulfami Suhetra, sopir asli taksi tersebut.
Polisi segera memeriksa taksi dan menemukan secarik kertas struk booking penerbangan. Dari kecurigaan ini, petugas langsung membekuk tersangka. Dari pengakuan Ulfami, Asril merupakan Kakak kandungnya, dan
pada saat kejadian taksi dipinjamkan ke Asril. Setelah
mendapat keterangan dari Ulfami, pihak kepolisian sektor
Serpong mencari Asril dan rekannya. Tak lama merekapun
tertangkap.
Kapolres Kabupaten Tangerang, Ajun Komisaris Besar Rusli Hedyaman, menyatakan pengungkapan sindikat perampokan itu berawal dari penemuan secarik struk bukti booking penerbangan. "Dari secarik kertas tersebut, kami kemudian mengembangkannya sendiri. Karena korban yang tidak bisa berbicara Bahasa Indonesia, hanya menghapal logo taksinya saja,"ujar Rusli.
Kapolres Rusli menghimbau kepada para pengguna
taksi, ketika mendapat ancama didalam taksi, agar bisa
tetap bersikap tenang dan menghapal ciri-ciri taksi atau
simbol-simbol yang mudah diingat seperti nomor polisi,
nama dan nomor taksi. "Ini akan mempermudah kami dalam
menyingkap dan menelusuri para pelaku perampokan
tersebut,"katanya.
Yang paling penting sebenarnya memperbaiki sistem penggunaaan taksi bandara yang perusahaannya bisa dipercaya dan mudah bila masyarakat mau komplain. Karena di Bandara Sukarno Hatta dikuasai taksi-taksi yang identitasnya tak jelas. Bandara Sukarno Hatta ada;ah gerbang dan salah satu citra bangsa Indonesia. Keamanan bisa dimulai dari pelayanan taksi di bandara.
Joniansyah





