Gaji Minim, DPRD Ancam Mogok Kerja
Sabtu, 25 Desember 2004 | 01:24 WIB
TEMPO Interaktif, Tangerang:Anggota DPRD Kabupaten Tangerang mengancam melakukan aksi diam (silent action) dan beramai-ramai naik ojek pada Senin (27/12) depan. Aksi ini diambil bertepatan dengan puncak acara peringatan ulang tahun Kabupaten Tangerang ke 61 yang dipusatkan di Gedung Serba Guna Tigaraksa.
Almansur, salah seorang anggota Dewan mengatakan aksi ini dilakukan sebagai protes karena terbelenggu pemberlakuan PP No 24 tahun 2003 tentang Kedudukan Protokoler dan Keuangan Pimpinan dan Anggota DPRD. ?Kami lakukan aksi ini untuk membuka mata pemerintah dan kader partai, bahwa jadi anggota dewan sekarang tidak seenak yang dibayangkan,? ujar Almansur kepada Tempo, Jum'at (24/12).
Pernyataan Akmansur dibenarkan anggota Dewan lain, seperti, Dedi dari Partai Golkar, Sobri dan Nawawi Syahroni dari PKB, Ahmad Kurtubi dari PPP, Bahrul Ulum dari PDIP, Ahmad Zaini dari Golkar. Mereka menilai, PP no 24 tersebut sangat tidak berpihak kepadanya. ?Terutama dari sisi keuangan sangatlah kurang dan tidak memadai,? ujar
Kurtubi.
Menurut Kurtubi, gaji dan fasilitas yang diberikan sebagai anggota Dewan tidak cukup memenuhi kebutuhan hidup keluarga dan partai. ?Gaji Rp 4 juta sekian, sebagian besar untuk kader partai dan kepentingan partai lainnya, sisanya paling hanya Rp 250 ribu,? katanya.
Selama lima bulan menjadi anggota Dewan, mereka belum menikmati secara untuh gaji sebagai anggota DPRD. Para anggota juga memprotes, minimnya gaji, fasilitas,
pemangkasan atau dihilangkannya uang rapat fraksi, rapat paripurna dan rapat Ppnmus. ?Walhasil kami sudah tidak ada pemasukan lain,? kata Kurtubi.
Dedi, anggota dari Golkar menuturkan, saat ini rumah dan mobil pribadinya akan
disita bank. Permasalahan ini, katanya, berawal dari proses pencalegan. Pada saat itu, dia meminjam uang Rp 800 juta ke Bank Muamalat. ?Saya berpikir, dengan gaji sebagai anggota Dewan bisa mencicil utang itu, ternyata, gaji saya hanya cukup untuk konsitituen partai dan membayar gaji sopir. Setelah dihitung-hitung sisanya, tinggal Rp 200 ribu,? kata pengusaha pemasok bahan material ini. Setelah lima bulan berjalan, kata Dedi, dia
tidak punya pemasukan untuk membayar cicilan itu, karena gajinya memang sangat minim.
Seputar rencana aksi yang diprakarsai Komisi D itu, dipastikan semua anggota DPRD sepakat akan melakukan hal yang sama, "masalah ini, bukan masalah perorangan, tapi
sudah menjadi bagian semua anggota DPRD,? kata Almansur.
Rencanaya, pada Senin pagi mendatang, para anggota Dewan akan naik ojek sepanjang 5 km yang dimulai dari Jalan Raya Serang, pusat pemerintahan Tigaraksa. ?Kami tetap akan berpakaian lengkap dengan dasi dan jas,? ujar Almansur.
Joniansyah?Tempo





