">
     
  Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Metro

Proyek Pusat Agribisnis Bogor Ditunda
Selasa, 04 Januari 2005 | 05:46 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Proyek pembangunan Pusat Agribisnis Bogor yang didirikan di atas tanah kampus Institut Pertanian Bogor seluas 4,5 hektare, akhirnya direkomendasikan untuk ditinjau dan dihentikan sementara.

Rekomendasi itu tertuang dalam laporan tim Pengkajian Ulang Pendayagunaan Kampus IPB Baranangsiang dan laporan dewan audit hasil audit atestasi kantor akuntan publik.

Dua berkas laporan yang diperoleh Tempo Senin (1/3) berisi sejumlah hasil pengkajian, saran, dan rekomendasi terhadap proyek tersebut.

Tim pengkajian terdiri dari 21 orang yang berasal dari rektor, Wakil Rektor II IPB, Sekretaris Ditjen Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional, serta Majelis Wali Amanah.

Tim juga terdiri para ahli seperti bidang pengembangan pendidikan, pengembangan pertanian, pengembangan kawasan, pembiayaan, pencitraan, pengembangan usaha, teknik arsitek, dan bidang manajemen.

Laporan pertama merupakan hasil audit atestasi yang dilakukan oleh Kantor Akuntan Publik Jan, Ladiman dan Rekan serta Dewan Audit IPB diserahkan ke Majelis Wali Amanah. Auditor independen ini melakukan menyerahkan hasil auditnya pada November 2004.

Proses pengkajian dilakukan melalui pertemuan intensif dan peninjauan selama dua bulan, yang hasilnya ada delapan rekomendasi.

Pertama, perlu proses ulang konsep bisnis Pusat Agrobisnis Bogor dengan mempertimbangkan kompetensi inti IPB, potensi natural dari bangunan historis yang ada, dan perolehan nilai tambah bagi IPB. Kedua, perlu jasa konsultan hukum untuk kepentingan IPB secara menyeluruh. Ketiga, perlu pemenuhan semua persyaratan/prosedur sesuai dengan ketentuan peraturan dan perundangan yang berlaku dari seluruh instansi terkait.

Keempat, perlu dilakukan penelaahan/pengkajian terhadap perjanjian yang saat ini berjalan. Kelima, perlu dilakukan renegoisasi terhadap perjanjian kerja sama operasionalyang ada untuk menghindari terjadinya kerugian bagi IPB maupun mencegah terjadinya perselisihan pada masa yang akan datang.

Keenam, perlu penghentian pekerjaan secara total selama proses renegoisasi dilakukan. Ketujuh, perlu dilakukan pembatalan KSO apabila upaya renegoisasi tidak dapat dilakukan atau tidak mencapai kesepakatan, rekomendasi ini merupakan satu kesatuan yang dalam pelaksanaannya harus dilakukan secara berurutan dan menyeluruh.

Ketika dimintai konfirmasi soal laporan pengkajian itu, Rektor IPB Prof Achmad Ansor Matjjik membenarkan telah menerima laporan dari tiga tim yang mengkaji ulang proyek tersebut, yakni Tim Pengkajian Ulang Pendayagunaan Kampus IPB, Dewan Audit IPB, serta dari Kantor Akuntan Publik Jan, Ladiman dan Rekan.

Dari ketiga laporan tersebut ada kesamaan rekomendasi untuk melakukan renegoisasi proyek, terutama pada perjanjian kerja sama operasional yang masih dinilai merugikan IPB.

”Hasil laporan ketiga tim ini semuanya masuk ke Majelis Wali Amanat, kemudian mereka membentuk tim kelompok kerja untuk membahasnya. Setelah itu baru diserahkan ke saya untuk ditindaklanjuti,” kata Matjjik.

Menurut Mattjik, proses renegoisasi akan dilakukan bersama pengembang. “Jika memang renegoisasi tidak berhasil, ada kemungkinan proyek ini tidak akan diteruskan,” katanya.

Deffan Purnama - Tempo


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Selama Diaudit Proyek Pusat Perdagangan IPB Dihentikan
Aksi Tolak BAC Diwarnai Baku Hantam
Aksi Tolak BAC Diwarnai Perkelahian
Mendiknas Meminta BAC Ditinjau Kembali
Lewat Protokol Kyoto, Indonesia Akan Jadi Lahan Investasi
Kasus Teluk Buyat, Akademisi Kritik LIPI dan Menteri
Pembangunan BAC Mulai Mendapat Kecaman
Vaksin Flu Burung Akan Diproduksi di Bogor


Website

Institut Pertanian Bogor


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

GELIAT SANG JAWARA
Boker Hidup Lagi!
Menteri Kesehatan Tolak Undangan Komnas HAM
Pembantai Itu Hanya Diam
Pengunjung Ragunan Mencapai 80 Ribu Orang

<< January,2005>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data