|
Tangerang
Bupati Perintahkan Data Posko Bantuan di Tangerang
Selasa, 04 Januari 2005 | 12:03 WIB
TEMPO Interaktif, Tangerang: Bupati Tangerang Ismet Iskandar telah memerintahkan 26 camat di wilayah Kabupaten Tangerang untuk mendata ulang seluruh posko kegiatan penggalangan bantuan bagi korban bencana alam di Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) dan Sumut yang menjamur di Kabupaten Tangerang. "Dikhawatirkan disalahgunakan karena tanpa kendali," ujar Ismet, Selasa (4/1).
Ismet mengatakan, setelah para camat tersebut melakukan
pendataan secara rinci semua posko yang tersebar, hasil pendataan tersebut, dikoordinasikan dengan Dinas Sosial yang selanjutnya bertindak sebagai instansi pemantau.
"Tadi saat apel pagi, saya sudah perintahkan camat mendata sekaligus memantau kegiatan posko-posko pengumpulan bantuan. Kita tak menghendaki kesempatan seperti ini disalahgunakan oknum-oknum tak bertanggung jawab," kata dia.
Kepala Dinas Sosial, Djudju Sukardja Permana, mengatakan
hasil pendataan nanti dilaporkan kepada pihaknya melalui
Dinas Sosial. Instansi tersebut akan merinci informasi
bentuk bantuan yang terhimpun, berapa jumlahnya serta
disalurkan lewat jalur mana. "Jika kemudian tidak jelas,
tentu harus ada tindakan penertiban," kata Djuju.
Sementara itu, hingga sore kemarin bantuan makanan dan
pakaian layak pakai terus mengalir. Untuk pakaian, sudah
tak tertampung lagi, bahkan menggunung di Gedung Pendopo
yang ditaksir masih sekitar 15 ton. Untuk pemberangkatan
tahap pertama melalui jalan darat, dikirim 48 ton makanan
olahan berikut pakaian yang diangkut delapan truk dibawah
pengawalan 10 personel polisi bersenjata lengkap dari
Brigade Mobil (Brimob).
Ismet mengaku sudah mengontak Bupati Bireun untuk meminta
izin pengiriman bantuan asal Kabupaten Tangerang didrop
sampai daerah tersebut untuk kemudian distribusikan ke
seluruh lokasi bencana di NAD. Namun, tambah dia, untuk
relawan anggota DPRD sebanyak enam orang akan ditempatkan di Kabupaten Lhokseumawe.
Di tempat yang sama Ketua DPC PMI Kabupaten Tangerang,
Firdaus Fahmi, yang didamping wakilnya, Faisal,
menyebutkan, lembaganya telah mendrop 400 kilogram
obat-obatan yang diikirim lebih dahulu menggunakan pesawat Hercules langsung ke Aceh. Pengirimannya, lanjut dia, dikawal empat relawan terdiri seorang dokter, satu orang para medis ditambah dua petugas PMI.
Joniansyah
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|