IPB : Mahasiswa Unsyah Bisa Ngungsi Kuliah Di IPB

Selasa, 04 Januari 2005 | 16:04 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Institut Pertanian Bogor (IPB), akan menjadi tempat sementara mahasiswa Universitas Syah Kuala (Unsiyah) Banda Aceh, yang tak dapat belajar lantaran bencana gempa dan gelombang tsunami.

Keputusan ini hasil rapat konsolidasi, IPB dengan Pemerintah Kota Bogor, di ruang sidang rektorat kampus IPB Darmaga. Rapat ini juga dihadiri perwakilan seluruh perguruan tinggi di Bogor, perwakilan paguyuban dan posko Aceh serta elemen masyarakat.

Dalam rapat itu, Wakil Rektor II Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr Ir Herry Suhardiyanto, M.Sc melaporkan hasil kunjungannya ke Aceh beberapa waktu lalu bersama Wakil Rektor III IPB, Prof Dr Ir Yusuf Sudohadi. “Kami melakukan penjajakan kepada Rektor Universitas Syah Kuala mengenai kemungkinan program kuliah pengumpulan kredit (KPK) bagi mahasiswa yang sementara ini tidak bisa kuliah,” tutur Herry.

Rencananya program ini akan dilaksanakan mulai semester genap nanti. Tentu saja, tak semua mahasiswa Unsiyah bisa "ngungsi" kuliah di IPB. “Kami hanya menampung mahasiswa yang jurusannya berhubungan dengan pertanian,” katanya.

Menanggapi kekhawatiran kalau IPB “menyerobot” mahasiswa universitas lain, Herry menegaskan bahwa program ini bersifat sementara. Menurutnya, bila kondisi Kampus Unsiyah sudah pulih, maka mahasiswa tersebut dipulangkan kembali ke Aceh.

Sebagai catatan, sekarang ini kondisi beberapa bagian gedung Unsiyah rusak, sehingga tak berfungsi dengan baik. Di samping itu, sebanyak 18 dosen Fakultas Pertanian Unsiyah hingga kini belum diketahui nasibnya.

Topik :

Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :