Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Jakarta

Tsunami, 17 Desember?
Minggu, 09 Januari 2005 | 01:04 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Poster bisa memprediksikan kejadian di masa mendatang. Begitulah yang pernah terjadi dalam dua kejadian besar. Beberapa hari sebelum peristiwa bom di Sari Club dan Paddy Cafe di Legian, Bali. Di sekitar Kuta dan Bali bertempelan poster "Exploded Party"- nama sebuah acara yang digelar di sebuah tempat hiburan di Seminyak, Legian, Bali.

Kejadian juga berulang. Sebuah poster yang sudah kumal yang mulai mengelupasn tertempel di pinggir jalan, dekat stasiun kereta Pal Merah. Poster berwarna biru, terdapat nama-nama asing pendukung acara itu seperti : Paranoia, Black Hole (Belanda). Beberapa Radio juga menjadi pendukugn acara tersebut, diantaranya ; Ardan Bandung dan Istara Surabaya. Itu memang, sebuah acara pesta musik dengan menampilkan puluhan disc jockey (DJ) top Indonesia dan Belanda digelar.

Acaranya pesta pantai tahunan (annual beach party) di Pantai Karnaval Ancol, Jakarta itu diselenggarakan 17 Desember 2004. Yang cukup aneh tema acara musik itu "Tsunami".

Menurut Bob, seorang penyelenggara acara tersebut, tidak punya pretensi atau mengetahui akan datang badai tsunami, sembilan hari kemudian (26/12) di Aceh. "Kami ambil nama begitu saja,"katanya. Namun, setelah badai tsunami menghantam, meluluhklantakkan Aceh dan menyebabkan lebih dari 100.000 ribu tewas dan puiluhan ribu lainnya hilang, ada perasaan yang mengganggu penyelenggara acara tersebut. "Kami merasa bersalah,"kata Bob.

Pada waktu itu, menurut Bob, acaranya tergolong sukses, 5.000 orang lebih hadir pada acara pesta musik di Pantai Karnaval. Untuk mengatasi rasa bersalahnya, Bob dan kawan-kawan Jumat pekan lalu mengadakan rapat dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla. "Kami mau mengadakan acara konser amal yang hasilnya disumbangkan untuk para korban tsunami,"katanya.

Rencananya konser amal itu, menurut Bob, akan dilakukan secepatnya. "Mudah-mudahan bisa sukses juga pada saat Tsunami diadakan 17 Desember lalu,"kata Bob.

Ahmad Taufik

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Suasana Kampung Nelayan di Maumere yang porak poranda setelah dihantam gelombang/ badai Tsunami setinggi 30 meter, Flores, 1993 [ TEMPO/ Hidayat SG; 14D/340/93; 20010215 ]. Banjir lahar setelah letusan gunung Pinatubo di kota Bacolor, Pampanga, Filipina. [Dok. Letusan Pinatubo; 11D/204/1992; 20030912].
Letusan Gunung Pinatubo
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Pemerintah Indonesia Buka Kemungkinan Pembicaraan Damai dengan GAM
PBB Prioritaskan Sanitasi Bagi Pengungsi
Pengungsi di Loknga Butuh Beras
Fraksi PDI Perjuangan Minta Pemerintah Bangun Sekolah Berasrama di Aceh
Buat Aceh Bulog Bikin Program Family Reunifikasi
Saefullah Yusuf : Tsunami, Sebabkan Daerah Tertinggal Bertambah
Indonesia Jamin Keamanan Tentara Asing dari GAM
Rumah Sakit Zainoel Abidin Butuh 6 Ambulans
Perbaikan Infrastruktur Perhubungan di Aceh Butuh Rp 780 Miliar
Menlu RI ke Eropa Bicarakan Moratorium Utang
> selengkapnya...


Referensi

Nyiur di Meulaboh Tak Lagi Gagah Melambai
Derita Pengungsi Belum Berakhir
Niat Bantu Berbuah Isu
Keppres RI No. 3 Tahun 2001 Tentang Badan Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi
Laporan Penelusuran Penyumbang “Bermasalah ”
> selengkapnya...

Website

Blog Khusus Tsunami Aceh
Palang Merah Indonesia
Kementerian Riset dan Teknologi
Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional
Bakornas Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi (PBP)
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

GELIAT SANG JAWARA
Boker Hidup Lagi!
Menteri Kesehatan Tolak Undangan Komnas HAM
Pembantai Itu Hanya Diam
Pengunjung Ragunan Mencapai 80 Ribu Orang

<< January,2005>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data