|
Metro
"Hewan Kurban Asal Bogor Layak Dikonsumsi"
Selasa, 18 Januari 2005 | 09:07 WIB
TEMPO Interaktif, Bogor: Menjelang hari Idul Adha 1425, Pemerintah Kabupaten Bogor mengeluarkan jaminan bahwa hewan kurban dari wilayah yang sempat terkena wabah antraks itu layak dikonsumsi. Kepala Seksi Pengamatan Penyidikan Penyakit Hewan (P2H) Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bogor, Sulistyowati, mengatakan bahwa hewan kurban yang dijual ke pasaran sudah divaksinasi.
Menurut Sulistyowati, sedikitnya ada sembilan kecamatan dari 40 kecamatan di wilayah Kabupaten Bogor yang menjadi prioritas kegiatan vaksinasi. Kesembilan kecamatan yang merupakan daerah endemik antraks itu adalah Babakan Madang, Citeureup, Cibinong, Sukaraja, Klapanunggal, Cileungsi, Bojong Gede, Jonggol, dan Sukamakmur. Daerah-daerah itu sempat dinyatakan sebagai daerah isolasi keluar-masuk hewan ternak hingga Maret 2005.
Populasi kambing dan domba di Kabupaten Bogor, menurut Dinas Peternakan, ada 60.972 ekor. Sementara itu, ternak besar seperti sapi dan kerbau jumlahnya 4.681 ekor. Ternak kecil yang sudah divaksinasi sebanyak 69.166 ekor. Ternak besar yang divaksinasi jumlahnya 4.478 ekor. Vaksinasi dilakukan sejak Oktober hingga Desember 2004.
"Ada perbedaan data hewan yang sudah divaksinasi dengan jumlah hewan yang ada. Ini karena saat dilakukan vaksinasi ada hewan yang baru melahirkan sehingga jumlahnya terus bertambah," kata Sulityowati, Senin (17/1).
Untuk menjamin rasa aman kepada konsumen yang akan membeli hewan kurban pada hari raya Idhul Adha, Dinas Peternakan menerjunkan semua petugasnya untuk mengawasi tempat penjualan dan pemotongan hewan. "Mahasiswa pun diminta bantuannya ikut mengawasi," katanya.
Deffan Purnama?Tempo
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|