|
Jakarta
Fauzi Bowo : Warga Harus Patuh Jika Diimbau Mengungsi
Jum'at, 21 Januari 2005 | 12:05 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Wakil Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo meminta agar warga DKI Jakarta patuh jika Pemerintah menghimbau untuk mengungsi untuk menghindari korban akibat banjir. “Jangan tunggu sampai airnya kelihatan (tinggi), akhirnya proses evakuasi jadi lambat,”ujarnya usai mendampingi Wapres Jusuf Kalla sholat Idul Adha di Mesjid Istiqlal, Jakarta, Jumat (21/1).
Menurut Fauzi warga tidak perlu takut kehilangan harta benda akibat mengungsi. “Kan ada aparat keamanan. Percayalah pada pemda,”katanya.
Pemda DKI, sudah menyiapkan segala macam fasilitas untuk penanganan banjir. “Bantuan sudah ada di Posko-posko yang disiapkan termasuk pos kesehatan. Semua sudah stand-by,”ujarnya.
Sementara Wapres Jusuf Kalla menegaskan bahwa penanganan banjir sementara ditangani Pemda setempat. “Untuk di Jakarta Pemda masih sanggup,”ujarnya.
Memang musim hujan, rawan banjir akibat hutan gundul atau banjir kiriman. Ia berjanji akan membantu Pemda yang kesulitan. “Bantuan tergantung tingkat kesulitan,”ujar Jusuf Kalla.
Sejak hujan beberapa hari belakangan ini dan menyebabkan banjir, leih dari 100 ribu warga atau 31.131 Kepala Keluarga (belum termasuk warga Kec. Kramat Jati dan Cipayung) di Jakarta Timur mengungsi akibat banjir yang menerjang wilayah DKI Jakarta pada hari Rabu (19/1) kemarin. Tidak kurang 49 kelurahan dan 10 kecamatan di Jakarta Timur terendam air. Banjir juga menggenangi wilayah Kampung Pulo Kampung Melayu dan daerah-daerah lain di Jakarta.
Dari jumlah tersebut, hanya sekitar 6.500 jiwa mengungsi ke beberapa posko yang telah disiapkan oleh Satkorlak PBP (Satuan Korrdinator Pelaksana Penanggulangan Bencana dan Pengungsi).
Sedangkan yang lain tidak dapat tertampung dalam posko dan barak pengungsi yang sudah disiapkan tersebut. Puluhan ribu mengungsi dan tidur di jalanan, emperan ruko-ruko, atau menumpang ke rumah-rumah tetangga maupun saudara dan sebagian lagi memilih untuk tetap di dalam rumah yang terandam. Banyak juga yang benar-benar tidak dapat keluar karena terjebak banjir.
Tim rescue dan Satkorlak tidak dapat menjangkau semua lokasi karena tidak menguasai medan serta gang-gang sempit yang ada di sana. Sejak Selasa (18/1) mereka tidak memperoleh pasokan logistik apapun. Banjir diduga masih akan datang dalam beberapa hari ini.
Badriah
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|