Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Iptek  
  Internasional  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Sutiyoso Tetap Akan Naikkan Retribusi Parkir
Jum'at, 21 Januari 2005 | 19:09 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Meski mayoritas fraksi di DPRD DKI Jakarta menolak kenaikan tarif retribusi parkir, Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Sutiyoso, tetap akan menaikkan retribusi parkir di Jakarta. "Itu (penolakan oleh DPRD) sudah biasa. Yang paling populer di dewan itu menolak. Saya sudah paham orang dewan itu kelakuannya begitu," kata Sutiyoso usai sholat Idul Adha di Balaikota Jakarta, Jumat (21/1).

Sutiyoso mengatakan, pihaknya akan tetap berusaha agar retribusi parkir di Jakarta naik. Pasalnya, saat ini retribusi parkir di Jakarta jauh lebih murah dibandingkan dengan kota-kota lain di Indonesia. Seperti di Medan dan Surabaya. " Mereka (dewan) itu nggak ngerti, coba studi banding ke kota lain di Indonesia pasti lebih mahal. Kan aneh masa ibukota parkir lebih murah," ujarnya.

Mengenai adanya penilaian dari dewan yang mengatakan kinerja Badan Pengelola Parkir yang tidak maksimal, yaitu dengan adanya kebocoran, Sutiyoso berjanji akan memperbaikinya. "Jika itu masalahnya nanti kami perbaiki," kata Sutiyoso.

Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta, Dani Anwar, membantah penolakan mayoritas fraksi di DPRD terhadap rencana kenaikan tarif retribusi parkir sebagai anti terhadap biaya parkir. "Dewan itu tidak anti menaikkan tarif parkir, kami akan dukung itu. Tapi perbaiki dulu kinerja Badan Pengelola Parkir," kata Dani kepada Tempo, Jumat (21/1).

Anggota Fraksi PKS itu mencontohkan, salah satu kinerja BP Parkir yang tidak beres dalam penentuan harga serta sistem pemungutan retribusi parkir. Selama ini (setiap tahun) BP parkir selalu mendapatkan subsidi dari masyarakat (APBD). Namun demikian, BP parkir belum dapat memberikan pelayanan yang maksimal terhadap masyarakat.

"Masa setiap tahun disubsidi, tapi tarifnya dinaikkan terus. Perbaiki dulu manajemen BP parkir," kata Dani. Soal pernyataan Sutiyoso yang menilai dewan sudah biasa menolak, Dani enggan memberikan komentar. "Saya nggak punya komnetar untuk itu. Gak perlu dikomentari," tandas Dani.

Dalam rapat paripurna DPRD DKI Jakarta mengenai retribusi daerah beberapa waktu lalu, mayoritas fraksi yang ada di DPRD menyatakan menolak tentang rencana kenaikan retribusi parkir yang diusulkan. Adapun usulan kenaikan retribusi parkir yang diusulkan oleh Pemda DKI sebagai berikut. Untuk jalan golongan A (jalan dengan intensitas lalu lintas tinggi), tarif parkir di tepi jalan diusulkan naik 200%. Dari tarif Rp. 1.000 menjadi Rp. 3.000 untuk jam pertama dan Rp. 2.000 pada setiap jam berikutnya.

Sementara untuk jenis kendaraan bus, truk, dan sejenisnya akan naik menjadi Rp. 5000 pada jam pertama dan Rp. 3000 setiap jam berikutnya. Untuk sepeda motor, tarif naik dari Rp. 500 menjadi Rp. 1000 pada jam pertama dan Rp. 1000 setiap jam berikutnya

Penolakan mayoritas fraksi tersebut, disebabkan selama ini kinerja BP Parkir tidak maksimal, bahkan kebocoran dana seringkali terjadi. Demikian pula dengan sumbangan BP Parkir terhadap Pendapatan Asli daerah (PAD) juga dinilai sangat minim. Dari total PAD 2004 Rp. 5,43 trilyun, sumbangan retribusi parkir hanya Rp. 14,1 milyar.

Suryani Ika Sari-Tempo

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
MELANGGAR. Seorang pedagang sedang melakukan push up di depan seorang anggota polisi pamong praja sebagai sanksi karena menyeberang jalan tidak melalui zebra cross. Dalam aksi ini banyak terjaring pejalan kaki yang melanggar di Bunderan Hotel Indonesia, Jakarta, Senin (01/9). Pemda DKI saat ini sedang mencanangkan gerakan disiplin nasional disemua wilayah Jabotabek. [TEMPO/Imam Sukanto; 20030901] Perahu penyeberangan di kali/ sungai Sunter dengan latar belakang gedung bertingkat, Jakarta, 8 Juni 2001 [Koran TEMPO/ Josua Alessandro; K1A/477/2001; 20010627].
Metropolitan
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Fauzi Bowo : Warga Harus Patuh Jika Diimbau Mengungsi
Mayoritas Fraksi DPRD DKI Jakarta Tolak Kenaikan Tarif Parkir
Supiah Bertahan Tunggu Uang Kerohiman
Kawasan Bongkaran Dibongkar
Ratusan PKL Ditertibkan
PD Pasar Jaya Akan ‘Tabrak’ Sita Jaminan PN Jakarta Pusat
Proyek Taman Ismail Marzuki Dihentikan DPRD
Forum Masyarakat Kemang Gelar Tahun Baru Ala Betawi
Kasus Korupsi Tukar Guling SMPN 56 Masuk Kejaksaan Agung
OJK Menahan Ratusan KTP
> selengkapnya...


Referensi

Konflik Sampah, Lemahnya Manajemen Persampahan
Kompos, Salah Satu Jalan Keluar Problem Sampah
Reusable Sanitary Landfill, alternatif pengolahan sampah Jakarta
> selengkapnya...

Website

Situs Transjakarta-Busway


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [4]


Berita Terakhir

Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah
Indonesia Masuk Radar OECD
Presiden Kecewa Larangan Terbang ke Eropa Diperpanjang
Anwar: Aliran Dana BI Lebih Serius dari Korupsi Biasa
Pabrik Mittal Jadi Acuan Krakatau Steel

<< January,2005>>
MSnSl RK JS
      01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data