|
Jakarta
Hindari Penyakit Menular, Mahasiswa Ikut Periksa Kesehatan Ternak
Jum'at, 21 Januari 2005 | 20:34 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah kotamadya Jakarta Utara mengikutsertakan sebanyak 45 orang mahasiswa jurusan Peternakan Institut Pertanian Bogor, dalam melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban. Para mahasiswa itu bergabung dengan 84 anggota tim pemeriksaan lainnya.
Sebanyak 84 anggota tim kesehatan tersebut terdiri dari 77 petugas teknis dan 6 orang dokter hewan
praktisi. Mereka memeriksa setiap hewan kurban yang akan dipotong pada tiap titik pemotongan.
Titik-titik pemotongan yang dimaksud adalah masjid besar, kecamatan, dan tempat-tempat pemotongan
di sekitar pemukiman masyarakat.
Menurut salah seorang mahasiswa, Marwah, keterlibatan mereka merupakan salah satu bentuk terjun
langsung ke masyarakat dalam mengaplikasikan ilmunya. "Selain itu, bisa nambah pengalaman,"
ujarnya. Marwah menambahkan bahwa kampusnya, IPB, tidak mengajukan proposal untuk kegiatan ini.
"Tetapi pihak wali kota yang minta," katanya.
Pemeriksaan ini, menurut Wali Kota Jakarta Utara, Effendi Anas, dirasa perlu agar masyarakat tidak terjangkit
penyakit menular dari hewan kurban tersebut, seperti penyakit mulut dan kuku, serta antraks. "Bila
ada keselahan yang ditemukan di lapangan, seluruh tim dan Walikota akan menjadi sasarannya,\" ujar
Anas ketika melepas rombongan.
Usai sambutan, Effendi Anas lalu melepas secara simbolis dengan menyerahkan baju dokter dan pisau
untuk memeriksa pada tiga orang perwakilan tim. Ketiga orang tersebut adalah Bondan Handoko
(petugas teknis), Sanggono Wiraja (dokter hewan), dan Wiwid (mahasiswa).
Selain itu, pihak walikota Jakarta Utara juga melakukan pemotongan kurban di kantor walikota.
Sebanyak 16 ekor sapi dan 40 ekor kambing dijadikan kurban untuk dibagikan kepada masyarakat
sekitar kantor. Sedangkan 13 sapi dan 109 kambing lainnya dibagikan kepada warga Jakarta Utara
lainnya melalui mesjid, mushola, majelis taklim, dan lembaga sosial kemasyarakatan.
Tito Sianipar-Tempo
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|