Penjualan Hewan Kurban Turun 50 Persen
Sabtu, 22 Januari 2005 | 03:40 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Sejumlah pedagang hewan kurban mengaku omset penjualan hewan kurban tahun ini menurun.
Penurunan itu tidak hanya terjadi pada harga, tapi juga volume penjualan juga mengalami penurunan hingga 50 persen.
Menurut mereka, penurunan harga jual hewan kurban itu dampak dari bencana di Aceh dan banjir yang terjadi di Jakarta.
Salah seorang penjual hewan kurban yang ada di Tegalan, Abud, mengaku, hingga hari perayaan Idul Adha, dirinya hanya mampu menjual 65 ekor kambing dan 2 ekor sapi.
Padahal, tahun-tahun sebelumnya dia berhasil menjual hingga 100 ekor kambing dan puluhan sapi.
"Tahun ini kami sepi, penjualan turun sekali. Sekarang aja masih ada kambing dan sapi yang belum terjual," kata Abud saat ditemui Tempo News Room di tempat ia menggelar dagangannya di Tegalan, Jakarta (21/1).
Abud mengatakan, harga jual binatang kambing dan sapi sangat anjlok. Misalnya, harga 1 ekor kambing dia hanya berhasil menjual dengan harga Rp 400 ribu hingga Rp 600 ribu per ekor. Padahal, tahun lalu dia bisa menjual 1 ekor kambing dengan harga Rp 500 ribu hingga Rp 800 ribu.
Begitu pula dengan harga sapi. Tahun ini, Abud hanya berhasil menjual sapi dengan harga Rp 5,5 juta hingga Rp 8 juta per ekor.
Harga tersebut jauh berbeda dengan harga tahun lalu, satu ekor sapi berhasil jual dengan harga Rp 5,5 juta- Rp 10 juta. "Tahun ini keuntungannya kecil, paling-paling kami bisa ambil untung hanya puluhan ribu saja. Kalau kemarin kami bisa ambil untung sampai ratusan ribu," kata Abud.
Hal yang sama juga dialami oleh Pamungkas. Penjual hewan kurban yang mangkal di Matraman ini mengaku hingga hari perayaan Idul Adha, jumlah hewan kurban yang belum terjual masih puluhan ekor.
Tampak sekitar 20 ekor kambing masih belum laku terjual, sementara sapi masih ada 1 ekor yang belum terjual. "Tahun ini sepi pembeli, biasanya habis sholat Ied langsung habis. Tapi tahun ini tidak, padahal kami sudah murahkan harganya," kata Pamungkas. suryani ika sari





