|
Metro
Air Naik Lagi, Warga Kembali ke Pengungsian
Minggu, 23 Januari 2005 | 13:47 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Warga kembali memenuhi pos-pos komando (posko) pengungsian di Kampung Melayu, karena air sudah mulai menggenangi rumah-rumah warga yang berada di sepanjang pinggiran Kali Ciliwung.
“Tinggi air di Depok saja sudah 2,7 meter,” kata Lurah Kampung Melayu H.M. Lutfi kepada Tempo di Posko Pengungsian SD Santa Maria Jakarta Timur.
Menurut Lutfi, permukaan air kemarin sebenarnya sudah surut dan warga yang sebelumnya mengungsi sudah kembali kerumah masing-masing. Warga mulai berbenah dan membersihkan rumah dari lumpur. Namun, pukul 03.00 WIB pagi tadi air naik lagi, sehingga warga yang masih berada di posko ditahan untuk tidak kembali ke rumag dulu.
Pagi ini, sebanyak 14 RT sudah mulai tergenang air dengan ketinggian air lebih dari satu lutut kaki orang dewasa. Bahkan, di beberapa tempat, air mencapai kedalaman satu meter.
Dua posko pengungsian di SD Santa Maria dan Perguruan Tinggi Dakwah Islamiah sampai pagi tadi berisi 700 orang pengungsi. Jumlah pengungsi hari ini diperkirakan akan bertambah karena warga masih terus berdatangan ke posko.
Nani Maryani (30 tahun), warga RT 04/RW 12 Kampung Melayu, mengatakan bahwa dia dan keluarganya sudah sempat kembali ke rumah kemarin. ”Rumah sudah rapi, tapi air naik lagi sampai tiga anak tangga. Takutnya kalau sudah mencpai enam anak tangga, pintu tertutup air,” kata Nani.
Untuk mengantisipasi banjir, Nani sudah mengamankan barang-barang miliknya ke para-para rumah. Nani ibu tiga anak ini seperti tidak ambil peduli anak-anaknya besok harus masuk sekolah atau tidak.
”Masuk ya masuk, tapi bingung juga tidak ada pakaian,” kata Nani, yang salah satu anaknya bersekolah di Sekolah Dasar 11 Pagi Manggarai.
Agus Supriyanto - Tempo
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|