Bus AKAP Terlambat Lima Jam Sampai Terminal

Senin, 24 Januari 2005 | 12:42 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Angkutan Bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) yang transit di Terminal Rawamangun Jakarta Timur sebagaian besar mengalami keterlambatan akibat jalan rusak dan banjir yang meluap sampai ke badan jalan. "Biasanya masuk lima pagi, sekarang pukul 11.00 siang belum ada yang datang dari Jawa," kata Marsono, Karyawan PO Kramat Jati Kepada Tempo, Senin (24/1).

Akibatnya, dari keterlabatan datangnya bus tersebut, jadwal pemberangkatan juga ikut molor. Menurut Sarmono Raharjo, supir bus PO Lorena, yang trayeknya Denpasar-Jakarta, bus yang dikendarainya mengalami hambatan seperti di Jatibarang karena jalan di bawah jembatan perlintasan kereta api Jatibarang rusak berat. Kondisi serupa terjadi sepanjang daerah Celeng sampai Kepamanukan. "Bolong-bolongnya gede. Jalan yang harusnya bisa 15 menit, jadi dua jam," kata Sarmono.

Banyak supir bus maupun truk menghadapi kendala karena jalan yang rusak tersebut. "Selama musim hujan, yang dulunya rusak tambah parah. Truk angkutan berat banyak belakangnya antri numpuk," kata Sarmono. "Kok jalan yang rusak ngga ditimbun," ujar Sarmono kesal.

Murni, 50 tahun, penumpang yang menunggu bus yang akan mengantarnya ke Pekanbaru seperti tidak begitu risau dengan keterlambatan jadwal angkutan tersebut. "Kalau terlambat sudah biasa," kata Murni. "Jam Indonesia ini emang sering terlambat, maklum juga kalau banjir tambah terlambat," ujarnya.

Silvana, Kepala Terminal Rawamangun, mengatakan keterlambatan angkutan ini tidak begitu mengganggu, karena penumpang memang tidak ramai. "Angkutan tidak terlalu buru-buru seperti waktu lebaran," kata Silvana. Jalur di Sumatera, Lampung dan Palembang juga banjir. Bahkan menurut Deri, karyawan PO NPM, jalur lintas Timur Sumatera terputus sehingga dialihkan jalur lintas Tengah. "Karena jalur hanya dialihkan perbedaan jadwal tidak cukup signifikan," kata Deri.

Agus Supriyanto-Tempo






Komentar Anda

Kirim